DetikNews
Minggu 13 Januari 2019, 11:57 WIB

Tukang Ojek Sepeda: Gowes Tiap Hari, Sakit Paru-paru Sembuh

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Tukang Ojek Sepeda: Gowes Tiap Hari, Sakit Paru-paru Sembuh Ilustrasi tukang ojek sepeda ontel. (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta - Untuk mengantarkan penumpang sampai tujuan, penarik ojek sepeda harus mengayuh pedalnya. Kekuatan fisik diandalkan, bukan kekuatan bahan bakar minyak. Para penarik ojek ontel percaya, pekerjaan inilah yang menyembuhkan mereka dari penyakit.

Setidaknya itulah pengakuan Thamrin (48). Pria asal Brebes Jawa Tengah ini beralih menjadi penarik ojek sepeda sejak 2006. Dia biasa beroperasi di sekitar Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat. Sebelumnya dia berprofesi sebagai sopir Bajaj, hingga akhirnya dia terpaksa harus berhenti karena mengidap penyakit paru-paru.

"Tadinya narik Bajaj. Terus sakit, sakitnya kan paru-paru, berobat jalan hampir setengah tahun belum sembuh, terus teman-teman sekampung banyak yang ngojek sepeda, jadi saya ikut ngojek saja lah," kata Thamrin kepada detikcom, Kamis (3/1/2019).

Tukang Ojek Sepeda: Gowes Tiap Hari, Sakit Paru-paru SembuhThamrin, tukang ojek sepeda ontel di Stasiun Jakarta Kota. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Semenjak jadi tukang ojek, Thamrin selalu menggowes ontelnya nyaris tiap hari. "Alhamdulillah itu sambil berobat, sambil ngojek. Sekarang alhamdulillah sudah sembuh penyakitnya," ujar Thamrin.



Pengakuan serupa juga diungkapkan oleh Syahirin (42), yang sudah menjadi ojek sepeda sejak 2009 lalu. Ditemui secara terpisah di tempatnya ngetem, seputaran pintu selatan Stasiun Jakarta Kota, dia menceritakan awal mula menjalani pekerjaan ini.

Syahirin sebelumnya bekerja sebagai sopir pribadi di kawasan Cikarang selama kurang lebih 8 tahun. Sakit bronkitis (radang cabang tenggorok) yang diderita membuatnya harus berhenti dari pekerjaan tersebut.

"Waktu itu saya sakit. Sering masuk angin, bronkitis. Terus di sini ada teman yang jadi ojek sepeda. Saya sudah berobat jalan, tapi nggak sembuh-sembuh. Terus ada teman mengajak berobat yang, istilahnya, murah meriah, karena olahraga kan. Ya ini, menjadi ojek sepeda, sampai sekarang. Sekarang sudah sembuh sakitnya," ungkap Syahirin.

Tukang Ojek Sepeda: Gowes Tiap Hari, Sakit Paru-paru SembuhSyahirin, penarik ojek sepeda ontel di Stasiun Jakarta Kota. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Tentu saja perlu pemeriksaan medis untuk membuktikan apakah benar aktivitas ojek sepeda menyembuhkan mereka dari sakit paru-paru dan bronkitis. Namun mereka merasakan, penyakit itu sirna setelah mereka menjalani pekerjaan gowes-menggowes itu. Pekerjaan mereka sekaligus dianggap sebagai olahraga yang bisa menyehatkan kembali tubuh mereka dan juga membuat mereka bisa kembali bekerja untuk menafkahi keluarga mereka.



Kondisi ini pula yang membuat mereka menyenangi profesi ini sebagai mata pencaharian mereka. Selain sehat, pekerjaan ini tidak begitu memberatkan fisik.

"Saya sehat, dapat duit, bisa nafkahin anak istri, begitu," ucap Syahirin.

"Kalau untuk menafkahi keluarga, saya masih tetap memilih ini (ojek sepeda). Cari yang nggak begitu beratlah. Ini kan banyak istirahatnya, kalau nggak ada penumpang ya duduk saja (menunggu)," pungkas Thamrin.

Di tempat lain, yakni di wilayah Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ada Slamet yang masih kuat ngojek sepeda ontel di usianya yang ke-80 tahun.

Simak berita-berita detikcom tentang ojek sepeda dan pesepeda.
(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed