DetikNews
Sabtu 12 Januari 2019, 16:46 WIB

KLHK Nilai Pengelolan Sampah di Surabaya Sangat Inovatif

Nabilla Putri - detikNews
KLHK Nilai Pengelolan Sampah di Surabaya Sangat Inovatif Foto: KLHK
Surabaya - Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rosa Vivien Ratnawati, menilai kalau pengelolaan sampah di Kota Surabaya sangat inovatif.

Menurutnya, kunci dari pengelolaan sampah yang baik itu adalah pemilahan dari sumbernya, seperti sampah rumah tangga, dan Surabaya telah berhasil dalam hal tersebut. Selain itu, leadership kuat yang dimiliki Walikota Surabaya, Tri Rismaharini juga menjadi kunci dalam keberhasilan pengelolaan sampah di wilayahnya.

"Surabaya memang patut dicontoh, Ibu Risma dan jajarannya yang telah bekerja keras, kuncinya memang leadership yang kuat," tutur Vivien dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/01/2019).

Direktur Regional UN Environment untuk wilayah Asia Pasifik, Dechen Tsering, mengungkapkan bahwa hidup di Indonesia adalah sebuah keberuntungan. Menurut Dechen, hal itu didasari bahwa Indonesia memiliki kapasitas kepemimpinan yang bagus, khususnya menteri LHK.

Dechen pun melanjutkan, Indonesia memiliki pemimpin yang memikirkan dengan serius, arah dan tujuan negara.


"Kalian beruntung menjadi warga Indonesia," ucapnya.

Secara khusus, Dechen juga menyebut Menteri LHK, Siti Nurbaya telah bekerja secara bijaksana dan selalu memikirkan solusi dari suatu persoalan yang dapat berjalan dengan baik untuk masyarakat, dunia usaha dan tentunya solusi tersebut dapat berkelanjutan.

Selain itu, Dechen juga menyoal terkait sampah laut, dirinya berujar bahwa sebagian besar sampah laut berasal dari Asia Tenggara. Dirinya juga menyadari bahwa Indonesia dan negara lainnya di Asia Tenggara tengah berupaya keras untuk menangani permasalahan tersebut.

"Terkait sampah laut, kita sudah bisa melihat awareness, kebijakan, peraturan dan pelaksanaannya," pungkas Dechen.

Salah satu upaya dalam pencegahan timbulnya sampah laut, Indonesia dan UN Environment berencana membuat Pusat Peningkatan Kapasitas Inisiatif Regional dalam Perlindungan Lingkungan Laut dari Kegiatan Berbasis Daratan (Regional Center for Capacity Initiative to Protect Marine Environment from Land-based Activities).

Melalui pusat keahlian tersebut, Dechen pun menaruh harapan yang tinggi pada Indonesia untuk dapat berperan mencegah sampah laut yang berasal dari kegiatan di daratan.


Dalam kunjungan ini, Dechen dan rombongan melihat keberhasilan Surabaya dalam pengelolaan sampah. Salah satunya melihat fasilitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo yang dikelola PT Sumber Organik ini mengolah sampah sekitar 1.600 ton per hari.

Sebagian besar sampah tersebut atau sekitar 60% nya adalah limbah organik, sisanya merupakan limbah anorganik. Limbah itu kemudian digunakan untuk proyek Pembangkit Listrik dari Gas yang dapat menghasilkan listrik sebesar 2 megawatt per hari.

Selepas dari TPA Benowo, rombongan menuju Taman Bungkul menggunakan Surabaya Bus. Dechen bahkan sangat terkesan dengan inovasi Surabaya Bus, pasalnya bus ini dibayar dengan botol air minum plastik, sebagai upaya pengurangan sampah plastik.

Keesokan harinya pada hari Kamis (10/1/2019), rombongan mengunjungi Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan, sebuah kerja sama antara KLHK dan Dinas Kebersihan Kota Surabaya, yang menggunakan teknologi Black Soldier Fly (BSF) serta mengunjungi Bank Sampah di Kecamatan Jambangan.

Kunjungan seperti itu bukan kali pertama yang dilakukan perwakilan UN Environment untuk berkunjung ke Surabaya. Sebelumnya, delegasi United Nations Environment Programme (UNEP) pusat, telah melihat langsung praktek pengelolaan sampah di Surabaya pada Oktober tahun 2018 lalu.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed