Husni Mubarak Unggul Telak, Rival Tuntut Pemilu Ulang

Husni Mubarak Unggul Telak, Rival Tuntut Pemilu Ulang

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2005 07:28 WIB
Jakarta - Presiden Hosni Mubarak (77) dipastikan akan memenangi pemilu multikandidat yang pertama di Mesir dan mempertahankan jabatannya. Namun, kemenangan Mubarak yang mencapai 70 persen ini diprotes para rivalnya yang menuduh adanya kecurangan dan menuntut pemilu ulang.Kantor berita Reuters yang mengutip sumber di Komisi Pemilihan Presiden, Jumat (9/9/2005), melaporkan dalam perhitungan sementara Mubarak unggul telak atas sembilan rivalnya. Kandidat dari Partai Nasional Demokrasi ini meraih 70 persen suara lebih dari 72 persen suara yang telah selesai dihitung. Berada di urutan kedua adalah kandidat dari partai oposisi Wafd, Noaman Gomaa, dan kandidat dari Partai Al Ghad, Ayman Nour. Sementara tujuh kandidat presiden lainnya belum memperoleh suara.Sumber Reuters, yang menolak disebut namanya, mencontohkan bahwa di Alexandria, kota kedua terbesar di Mesir dan jumlah pemilih terdaftar mencapai 17 persen dari total pemilih, Mubarak keluar menjadi pemenang. Tapi tidak disebutkannya jumlah suara yang sudah dihitung.Di bagian utara kota Ismailia, di mana jumlah suara yang sudah dihitung 24 persen, Mubarak memperoleh 83 sampai 87 persen suara.Dengan perolehan sementara ini maka Mubarak, yang berkuasa di Mesir sejak tahun 1981, hampir dipastikan memenangi pemilu dan memperpanjang jabatannya sebagai presiden untuk periode 2005-2011.Namun Ayman Nour, pengacara dan anggota parlemen berusia 40 tahun, tidak menerima kekalahannya begitu saja. Salah satu rival utama Mubarak ini menuduh Partai Nasional Demokrasi (NDP) telah melakukan kecurangan besar-besaran dalam pemilu.Karena itu Nour meminta Komisi Pemilihan Presiden untuk menunda pengumuman hasil pemilu yang rencananya dilakukan Jumat malam atau Sabtu besok."Kami meminta pengumuman ditunda, dan meminta dilakukan pemilu ulang," kata Nour dalam petisinya yang dibacakan manajer kampanye Partai Al Ghad Wael Nawara.Mamdouh Qenawi dari Partai Konstitusi Sosialis juga menegaskan, hasil sementara itu menunjukkan adanya kecurangan dari NDP. "Setelah hasil final diumumkan secara resmi nanti, saya akan menempuh jalur hukum untuk menggugat hasil pemilu itu," tegas Qenawi.Sementara juru bicara partai oposisi Solidaritas, Muhammad Aziz Al Shawi, mengungkapkan partisipasi rakyat dalam pemilu presiden Rabu lalu paling tinggi sekitar 20 persen.Juru bicara Partai Arab Sosialis Mesir, Muhammad Ashraf, mengatakan pula, partainya belum mengambil sikap resmi dari hasil pemilu sementara itu. Partainya akan menunggu hasil resmi perolegan sementara setelah itu baru mengambil sikap resmi. (gtp/)


Berita Terkait