DetikNews
Jumat 11 Januari 2019, 17:23 WIB

Muncul Petisi Turunkan Harga Tiket Pesawat, Komisi V Minta Menhub Bertindak

Elza Astari Retaduari - detikNews
Muncul Petisi Turunkan Harga Tiket Pesawat, Komisi V Minta Menhub Bertindak Ilustrasi rapat Komisi V DPR dengan Kemenhub dan maskapai. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Kenaikan harga tiket pesawat yang drastis banyak dibicarakan di media sosial. Anggota Komisi V DPR Syarif Alkadrie, yang juga merasakan dampak kenaikan harga tiket pesawat, meminta Menhub Budi Karya Sumadi segera bertindak.

"Menhub harus manggil maskapai-maskapai, kan regulasinya di Kemenhub," ujar Syarif kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Syarif, yang kerap bepergian dari Jakarta menuju daerah pemilihannya, Pontianak, benar-benar merasakan kenaikan harga tiket pesawat. Menurut dia, tren kenaikan harga tiket pesawat terjadi seusai peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Karawang pada akhir Oktober 2018.

"Saya lihat setelah kejadian Lion itu maskapai pada menaikkan harga, tapi akhirnya tidak produktif. Saya ke Pontianak ini ya naik Garuda, harga mahal tapi nggak penuh. Terus ada 2 penerbangan yang nggak terbang juga," kata Syarif.


"Naiknya cukup berat. Ke Pontianak itu satu jam. Sekarang Garuda bisa Rp 1,7 juta atau Rp 1,8 juta. Biasanya Rp 700-800 ribu. Kalau Lion biasanya Rp 300-400 ribuan, sekarang Rp 1 juta. Naiknya 100 persen," tambah dia.

Menurut Syarif, Menhub seharusnya segera tanggap akan fenomena kenaikan harga tiket pesawat yang memberatkan masyarakat ini. Bila Menhub tidak tanggap, citra pemerintahan Presiden Joko Widodo disebutnya juga bisa tercoreng.

"Menaikkan ini begitu drastis. Masyarakat kemahalan harga tiket sekarang. Menhub harus tanggap. Ini banyak dampaknya, terhadap pertumbuhan ekonomi juga, dengan harga mahal semua bisa inflasi juga," kata politikus NasDem itu.

Syarif berharap Kemenhub membuat kebijakan terkait kenaikan harga tiket pesawat yang cukup tinggi tersebut. Menhub Budi Karya juga diminta buka suara.


"Menhub harus buat regulasi, melakukan pengawasan, apabila terjadi kemahalan. Kalau tidak, jelaskan ke masyarakat. Apa mungkin harganya mahal menyangkut keamanan, perusahaannya mau kolaps. Transparan aja," tutur Syarif.

Syarif juga berpesan kepada pihak maskapai agar menaikkan harga secara masuk akal.

"Harusnya pihak airlines dihitung dengan kelayakan-kelayakan yang benar. Dari profitnya, tapi keamanan juga terjamin. Kenaikan ini cukup dirasakan. Ini membawa dampak juga untuk bisnis, orang mau bepergian jadi agak terbatas," urai dia.

Perihal kenaikan harga pesawat itu muncul dalam petisi daring change.org yang berjudul 'Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik Indonesia'. Petisi itu sudah ditandatangani 81.450 orang saat dilihat detikcom pada pukul 16.44 WIB hari ini.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed