"Permintaan maafnya diterima dengan lapang dada. Semoga perbedaan pandangan politik, beda pilihan politik, tidak ditarik sebagai permusuhan. Menurut Bang Zul, pemilu adalah pertandingan persahabatan 5 tahunan. Jadi harus diterima sebagai proses pendewasaan politik," kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi kepada detikcom, Jumat (11/1/2019).
Meski sudah menyambut baik permintaan maaf PDIP, Viva menyayangkan adanya sorakan terhadap Zulkifli. Sebab, menurut dia, kedatangan Zulkifli Hasan ke HUT PDIP sebagai tamu undangan, terutama untuk Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Viva menganggap, dalam berdemokrasi, seharusnya perbedaan pilihan politik di Pemilu 2019 bisa dihormati. Zulkifli, kata Viva, tak mempermasalahkan ulah kader PDIP yang menyorakinya.
"Meski berbeda pandangan politik dan pemikiran, tetapi harus saling menghormati sebagai saudara sesama kader bangsa. Sikap Bang Zul atas sikap warga PDIP ya santai dan tersenyum saja. Meskipun berbeda pilihan partai politik, Bang Zul tetap berniat merajut komunikasi, persaudaraan, dan perkawanan, untuk kemajuan bangsa," kata Viva.
Dalam HUT PDIP ke-46, Zulkifli disoraki tiga kali oleh kader PDIP. Sorakan pertama untuk Zulkifli datang saat pembawa acara menyambut kedatangan tamu undangan. Sorakan kedua terdengar saat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyapa tamu undangan ketika memberikan pidato.
Hattrick sorakan untuk Zulkifli Hasan terjadi saat giliran Presiden Joko Widodo memberi sambutan. Saat itu Jokowi menyapa Zulkifli Hasan, yang hadir sebagai Ketua MPR.
"Yang saya hormati, Ketua MPR Bapak Zulkifli Hasan," kata Jokowi.
"Huuu...," sorak para kader PDIP.
Saksikan juga video 'Zulkifli Hasan Disoraki di HUT PDIP, PAN: Biasa Sajalah':
(idn/elz)











































