Krisis Energi, Pembangunan PLTN Akan Dipercepat
Kamis, 08 Sep 2005 19:35 WIB
Jakarta - Menyikapi krisis energi yang sedang melanda Indonesia, Kementerian Ristek akan mempercepat rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jawa Tengah. Pemilihan tenaga altenatif berupa nuklir ini karena dinilai lebih aman dibanding dengan tenaga batubara.Untuk itu dalam RAPBN-P, Kementerian Ristek lebih memprioritaskan dana yang didapatnya untuk membeli perlengkapan PLTN, seperti pembelian nuclear magnetic resonance dan alat survei."Pemilihan sumber tenaga dari nuklir ini karena dianggap dampak kecelakaannya paling kecil dibanding batubara atau yang lainnya," kata Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman dalam raker dengan Komisi VII DPR RI di gedung MPR/DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (8/9/2005).Dalam 10 tahun terakhir, yang meninggal akibat nuklir hanya 27 orang di seluruh dunia. Dan Indonesia pun sudah memiliki 3 Pembangkit Tenaga Nuklir (PTN) yang berada di Bandung, Yogyakarta, dan Serpong.Namun penggunaan PTN itu baru sebatas sebagai bahan riset dan kajian. Kapasitas PTN juga masih terlalu kecil. "PTN ini sejak tahun 1970 belum pernah mengalami kebocoran," kata Kusmayanto.Menurut dia, lokasi pembangunan PLTN di Semenanjung Muria dipilih karena secara geografis aman dari bencana alam dan dekat dengan pasar. "Sehingga tidak banyak ongkos untuk melakukan distribusi," jelasnya.PLTN pertama di Indonesia ini ditargetkan akan dibangun pada tahun 2012 dan mulai dioperasikan pada tahun 2017.
(ary/)











































