DetikNews
Kamis 10 Januari 2019, 19:11 WIB

Berkarya ke Budiman Sudjatmiko: Kok Orde Baru Terus yang Disalahkan?

Tsarina Maharani - detikNews
Berkarya ke Budiman Sudjatmiko: Kok Orde Baru Terus yang Disalahkan? Badaruddin Andi Picunang (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menduga ada keterlibatan unsur Orde Baru dalam kegiatan penyitaan buku berbau 'PKI' yang dilakukan aparat gabungan TNI dan Kejaksaan Padang. Partai Berkarya heran rezim Orde Baru selalu disalahkan dalam tiap persoalan.

"Kok Orde Baru terus yang disalahkan? Orde Baru dulu tidak menyalahkan Orde Lama, hanya memperbaiki. Ini kok sudah puluhan tahun berlalu masih menuduh," kata Ketua DPP Berkarya, Andi Badarudin Picunang, kepada wartawan, Kamis (10/1/2019).


Menurut Badar, tentu ada alasan kuat di balik razia buku berunsur PKI itu. Salah satu alasannya, lanjut dia, Tap MPRS 25/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Saya yakin TNI sebagai alat negara penjaga NKRI punya alasan. Bukankah putusan MPR tentang larangan paham komunisme masih berlaku hingga kini? Itu putusan sejak awal Orde Baru dan Pak Harto (Presiden RI ke-2 Soeharto) dikenal sebagai pembasmi awal paham itu. Jadi wajar di zaman Reformasi hingga kini para penganut paham itu dengan berbagai cara membangkitkan kembali pahamnya," ujar Badar.


Jadi bila ada yang menyudutkan beliau (Pak Harto, red), pasti TNI bertindakKetua DPP Berkarya Andi Badarudin Picunang

Dugaan soal adanya unsur Orba dalam penyitaan buku itu diungkapkan Budiman lantaran bukunya yang berjudul 'Anak-anak Revolusi' turut disita. Buku karya Budiman itu menceritakan tentang dirinya semasa kecil hingga berjuang melawan rezim Orde Baru.

Badar menilai aparat gabungan TNI dan Kejaksaan Padang tak akan bertindak tergesa-gesa. Ia menduga buku Budiman mengandung pemikiran-pemikiran tentang paham komunis dan menyerang Soeharto secara personal.

"Saya tidak menuduh, tapi analisis saya, TNI tidak bodoh dalam bertindak. Mungkin isi bukunya tidak nyata, tapi abstrak, mempengaruhi pikiran yang membacanya, apalagi kalau sudah nyata-nyata menyerang pribadi dan kepemimpinan Orde Baru, dalam hal ini HM Soeharto," kata Badar.

"Pak Harto kan juga keluarga besar TNI, beliau jenderal besar TNI, bintang lima. Sama dengan Jenderal Sudirman dan Jenderal AH Nasution. Jadi bila ada yang menyudutkan beliau, pasti TNI bertindak. Apalagi kalau mau memecah-belah bangsa. NKRI harga mati bagi TNI," lanjut dia.
(tsa/tor)
Baca Juga
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed