Ada Mekanisme Verifikasi dalam Penyerahan Senjata GAM
Kamis, 08 Sep 2005 17:14 WIB
Jakarta - Senjata GAM harus diserahkan kepada Aceh Monitorng Mission (AMM) sebagai wujud kesepakatan damai. Lantas bagaimana aturan penyerahan senjata GAM itu? Aturan mengenai penyerahan senjata itu direvisi. Menurut Menkominfo Sofyan Djalil, dalam MoU disebutkan bahwa penyerahan senjata harus bersifat rahasia. "Tapi kemudian kita jelaskan, bahwa ada banyak pihak yang concern thd proses tersebut. Maka perlu ada mekanisme verifikasi," kata Sofyan kepada wartawan di sela-sela rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (8/9/2005). Terhadap mekanisme verifikasi ini, kata Sofyan, GAM maupun TNI tidak mempermasalahkannya. "GAM sangat kooperatif. Jadi nanti ada sedikit revisi tentang penyerahan senjata dalam MoU," kata dia. Menurut dia, penyerahan senjata GAM itu berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama, GAM menyerahkan senjatanya ke AMM untuk dicatat dan diberi tanda terima. Tahap kedua, setelah yang menyerahkan senjata pergi, TNI datang untuk melakukan verifikasi. Tahap ketiga, senjata dihancurkan kemudian dimasukkan kantong lalu diberikan kepada TNI.Sofyan juga menjelaskan, Rabu (7/9/2005) kemarin ada rapat Komite Keamanan Bersama mengenai masalah teknis penyerahan senjata GAM pada 15, 16, atau 17 September. "Pada saat itu ditargetkan bisa terkumpul 25 persen dari 840 pucuk senjata pabrikan milik GAM. Jadwalnya 15 September," kata dia. Untuk urusan penyerahan senjata GAM ini, sudah ada kesepakatan membuat koridor damai atau aman selama tiga hari sebelum hari H. "Dengan begitu, anggota GAM bisa aman untuk menuju tempat pengumpulan senjata yang disepakati. Kegiatan ini akan kita komunikasikan secara luas ke masyarakat. DPR kalau mau lihat, silakan," ujar dia.Sejauh ini, lanjut Sofyan, tidak ada laporan kampanye negatif yang bertentangan dengan isi MOU. Kondisi di lapangan juga sangat kondusif. "Kalau pun ada satu dua tindak pelanggaran, sama sekali tidak signifikan. Berbeda sekali dengan saat COHA, ada pemungutan pajak nanggroe dan pemerasan," ungkap dia.
(asy/)











































