detikNews
Kamis 10 Januari 2019, 11:06 WIB

Diduga Mengandung Limbah Berbahaya, Gundukan Pasir di Marunda Disegel

Eva Safitri - detikNews
Diduga Mengandung Limbah Berbahaya, Gundukan Pasir di Marunda Disegel Gundukan pasir di Marunda Jakut (Foto: Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Gundukan pasir di Marunda, Jakarta Utara, ramai dibicarakan karena diduga mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Kini gundukan pasir itu telah disegel.

Gundukan pasir tersebut berada di depan SDN Marunda 02 Pagi, Jakarta Utara. Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (10/1/2019), sekilas pasir tersebut terlihat sama dengan pasir biasanya, tampak terlihat berwarna coklat.


Namun, jika didekati bau minyak sangat tercium di sekitar area pasir. Salah seorang warga Suyati mengatakan memang bau tersebut bersumber dari gundukan pasir.

"Iya, memang bau kaya gini, kaya minyak tengik," ujarnya kepada detikcom, di lokasi, Kamis (10/1).

Suyati mengatakan gundukan pasir itu sudah ada sejak sebulan lalu. Ia pun tidak mengetahui siapa pemilik pasir itu. Sejak adanya pasir itu menurutnya, udara disekitar menjadi tak enak karena karena bau minyak yang sering kali muncul.

"Sekitar bulan Desember ya sudah ada, pokoknya pas pasir ini ditaruh di sini ya kaya gini baunya, malah kadang kalau panas terik bau minyaknya menyengat. Nggak tahu juga ya punya siapa," katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (LH) Cilincing, Mahmudin mengatakan gundukan pasir ini tidak hanya berada di satu titik. Melainkan empat titik, sedangkan titik lainnya berada di sekitar Rumah Susun Marunda.

"Ada di beberapa titik, bukan cuma di depan SD. Ada empat titik sisanya itu ada lagi di area rumah susun Marunda, samping pos pemadam ada, terus di rusun blok A juga ada, sama juga gundukan pasir begitu" katanya ketika di konfirmasi terpisah.

Ia mengatakan berdasarkan penglihatan dan aromanya, pasir itu diduga mengandung limbah B3. Meski begitu, beberapa pihak tetap mengambil sampel untuk memberikan kepastian dari kandungan pasir tersebut.

"Memang tercium bau minyaknya. Kadang malah kalau ada genangan air, kaya ada minyaknya gitu kelihatan. Sudah diambil sampel juga oleh dinas LH, sama Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK), sambil menunggu hasil uji lab makanya kita segel untuk pengamanan warga," tuturnya.


Mahmudin dan pihak terkait masih mencari tahu darimana pasir itu berasal. Namun, menurutnya pasir itu merupakan pesanan warga dan digunakan untuk bahan pengurukan.

"Untuk yang taruh siapa saya nggak tahu ,cuma itu kayanya pesanan masyarakat untuk pengurukan gitu biasanya, mungkin karena ketidaktahuan masyarakat, jadi main memesan aja, buat daratan empang- empang, atau buat tempat tinggal," jelasnya.
(eva/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed