Tentara & Polisi Suruh Warga Tinggalkan New Orleans

Tentara & Polisi Suruh Warga Tinggalkan New Orleans

- detikNews
Kamis, 08 Sep 2005 16:11 WIB
Jakarta - Meski telah diserukan untuk meninggalkan New Orleans, ribuan penduduk kota itu bersikeras untuk tetap tinggal di rumah mereka pasca-Katrina. Mereka tak peduli dengan risiko serangan penyakit yang mengintai mereka akibat sampah-sampah berbahaya yang terbawa saat banjir besar melanda kota AS itu.Diperkirakan masih ada sekitar 10 ribu warga yang memilih tinggal di rumah-rumah mereka. Untuk itu, polisi dan tentara mendatangi rumah-rumah warga guna menyuruh mereka pergi. "Sekumpulan tentara bersenjata M-16 baru saja tiba di depan pintu rumah saya dan bilang ke saya bahwa saya harus pergi," ujar Patrick McCarty, salah seorang warga di Distrik Lower Garden, New Orleans. "Meski tidak mengatakan mereka akan menangkap kita, tapi perintahnya jelas," imbuhnya seperti diberitakan Associated Press, Kamis (8/9/2005).Warga lainnya, Anthony Charbonnet menggerutu ketika dirinya disuruh meninggalkan rumah yang ditempatinya sejak tahun 1955. "Saya belum pernah meninggalkan rumah saya selama hidup saya. Saya tidak ingin pergi," keluh kakek berusia 86 tahun itu ketika tentara-tentara membawanya naik ke helikopter.Sebelumnya Walikota New Orleans C. Ray Nagin memerintahkan polisi dan militer untuk mengevakuasi semua warga yang bertahan di rumahnya, jika perlu dengan kekerasan. Diingatkannya, campuran air beracun dan kebocoran gas alam pasca-Katrina menjadikan lingkungan sangat berbahaya untuk didiami.Namun perintah walikota itu disambut apatis oleh aparat. Pasukan militer dan polisi menyatakan tidak ada niat untuk menggunakan kekerasan dalam proses evakuasi ini. Bahkan para perwira Garda Nasional menegaskan bahwa mereka tidak menerima perintah dari walikota. Topan Katrina yang meluluhlantakkan New Orleans telah membuat situasi di kota negeri bagian Louisiana itu kacau tak terkendali. Selain pembunuhan dan pemerkosaan terhadap pengungsi, aksi penjarahan juga sempat menghantui kota di negara bagian Louisiana itu.Untuk mengamankan situasi, lebih dari 7 ribu tentara, polisi dan penegak hukum dikerahkan ke jalan-jalan di kota New Orleans. (ita/)


Berita Terkait