Novel Baswedan Doakan Presiden Berani Ungkap Semua Teror ke KPK

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 09 Jan 2019 16:49 WIB
Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan kembali menaruh asa pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi pengungkapan semua teror yang terjadi pada KPK. Teranyar, rumah dua pimpinan lembaga antirasuah itu diteror.

"Kita doakan semoga presiden kita punya keberanian untuk mengungkap semua teror tersebut, yang dengan diungkapnya teror-teror itu maka semoga tidak terjadi lagi," kata Novel kepada detikcom, Rabu (9/1/2019).




Novel menyinggung tentang deretan teror terhadap pegawai KPK hingga saat ini menimpa pimpinan. Dia menyebut sudah jelas teror itu tidak lagi menyerang pribadi, melainkan lembaga.

"Yang perlu diketahui bahwa ada beberapa pegawai KPK yang juga diteror tetapi sampai sekarang tidak diungkap, juga tidak pernah dilaporkan untuk diproses. Dengan adanya serangan tersebut, semakin jelas bahwa serangan-serangan seperti itu pada dasarnya adalah serangan terhadap KPK," ucapnya.

"Karena semua teror terhadap orang-orang KPK tidak ada satu pun yang terungkap, maka ini harus menjadi perhatian pemerintah. Perlu keberanian untuk bisa ungkap semua teror-teror terhadap KPK sebagaimana saya sampaikan," imbuh Novel.

Sebelumnya, ditemukan benda mencurigakan seperti bom rakitan di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo. Polisi pun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi.

Bukan cuma rumah Agus, teror juga terjadi di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Ada bom molotov yang diduga dilempar sehingga menyebabkan bekas hitam di dinding bagian depan rumah Syarif.




Selain itu, Wadah Pegawai (WP) KPK turut angkat bicara. Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap menyebut teror terhadap pimpinan tidak menyurutkan semangat pemberantasan korupsi.

"Bahwa teror-teror kepada pimpinan KPK dan pegawai KPK tidak akan pernah menciutkan nyali kami dalam memberantas korupsi di negeri ini malah justru makin memperteguh semangat kami bahwa korupsi harus dibasmi apa pun risikonya, tentu dengan dukungan rakyat Indonesia," kata Yudi secara terpisah.

"Presiden Joko Widodo harus dapat membongkar berbagai upaya pelemahan KPK melalui teror kepada pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarif saat ini maupun pegawai, termasuk kasus penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan," imbuh Yudi.



Simak juga video 'Sandi Bahas Kasus Novel saat Debat, Moeldoko Tantang Balik':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/dhn)