Dituding Mengandung Unsur PKI, Buku Jasmerah Cs Diamankan

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 08 Jan 2019 22:17 WIB
Aparat mengamankan buku berunsur PKI di Padang. (Jeka Kampai/detikcom)
Padang - Aparat gabungan dari Kodim dan Kejaksaan Negeri Padang menyita sejumlah buku yang diduga mengandung paham komunis. Buku-buku tersebut disita dari Toko Buku Nagare Boshi di kawasan pecinan Pondok, Kecamatan Padang Barat.

Penyitaan dilakukan tim di kawasan pecinan Pondok, Kecamatan Padang Barat, Selasa (8/1/2019) sore. Ada lima judul buku yang diamankan. Secara keseluruhan, buku yang diamankan berjumlah delapan.

"Kita amankan dulu, karena ini ada unsur PKI-nya. PKI sudah jelas dilarang," kata Danramil 01 Padang Barat-Padang Utara Mayor Inf Parningotan Simbolon kepada detikcom di lokasi.

Aparat Amankan Sejumlah Buku Berunsur PKI di PadangAparat mengamankan buku berunsur PKI di Padang. (Jeka Kampai/detikcom)

Buku yang diamankan berjudul 'Kronik 65', 'Mengincar Bung Besar', 'Jas Merah', 'Anak-anak Revolusi', dan 'Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto'.

Berdasarkan pengamatan, buku 'Jasmerah' yang diamankan merupakan karya Wirianto Sumartono. Buku 'Anak-anak Revolusi' yang diamankan aparat merupakan karya Budiman Sudjatmiko. 'Kronik 65' yang diamankan merupakan buku karangan Kuncoro Adi.

"Saya tidak bisa memberikan keterangan secara benar. Tapi ini buku-buku sudah jelas judulnya tentang PKI, sementara di Indonesia PKI itu tidak diperbolehkan. Sekarang oknum-oknumnya ini sudah mengibarkan fitnah-fitnah," tambah Simbolon.

Dikatakannya, buku yang disita mengalami perubahan antara judul di cover buku dan isi di dalam buku. Menurutnya, isi dalam buku telah diubah dari yang sebenarnya.

"Di luar dan di dalam buku beda, seperti sudah diubah, makanya kami amankan ke Kodim. Selanjutnya pencetak buku juga akan kami panggil ke Kodim," ujarnya.

Aparat Amankan Sejumlah Buku Berunsur PKI di PadangAparat mengamankan buku berunsur PKI di Padang. (Jeka Kampai/detikcom)

Simbolon menegaskan apa pun yang terkait dengan unsur PKI sangat dilarang. Setelah ini, pihaknya juga akan melakukan cross-check ke toko buku lainnya yang terindikasi menjual buku yang sama.

"Untuk di toko, ini baru pertama kita lakukan penyitaan," dia menambahkan. (gbr/hri)