Beli Minyak Harus Pakai KTP

Kelangkaan di Malang

Beli Minyak Harus Pakai KTP

- detikNews
Kamis, 08 Sep 2005 14:01 WIB
Malang - Meski pemerintah belum menaikkan harga BBM, saat ini sebagian besar warga Kota Malang, Jawa Timur, mulai kesulitan mendapatkan minyak tanah yang dibeli dari sejumlah pengecer. Hal ini disebabkan pengiriman minyak tanah dari distributor ke pangkalan sering mengalami keterlambatan.Kesulitan mendapatkan minyak tanah ini dirasakan sejumlah warga di Kelurahan Purwantoro, Gadang, Sukun, serta warga Mergosono. Puluhan warga harus rela antre sejak pagi untuk mendapatkan minyak tanah.Dari pantauan detikcom di lapangan, untuk mendapatkan minyak tanah warga harus menunjukkan KTP dan rela menunggu berjam-jam. Untuk pembelian tingkat pengecer kecil mereka dibatasi sekitar 40 liter per harinya. "Antrean ini sudah terjadi sejak 3 hari lalu, dan mulai sekarang untuk mendapatkan minyak mereka harus menunjukan KTP," kata salah seorang penjaga pangkalan minyak tanah di daerah Mergosono kepada wartawan, Kamis (8/9/2005).Pembelian dengan menunjukkan KTP di pangkalan Mergosono ini untuk menghindari adanya warga daerah lain yang membeli di situ. "Karena saat ini kita mengutamakan warga sekitar Mergosono dulu untuk mendapatkan minyak tanah," jelas salah seorang penjaga pangkalan.Hal serupa juga dikeluhkan oleh Ny Gumirah, seorang warga Simpang Kepuh, Kecamatan Sukun. "Minyak tanah sulit didapatkan, Mas. Untuk beli 2 liter pun kita harus rela beli ke daerah lain," keluhnya.Ia mengatakan, pembelian minyak tanah di tingkat pengecer sering kehabisan stok. Sehingga warga harus membeli minyak tanah di daerah lain. Itu pun maksimal pembelian dibatasi 10 liter.Sulitnya mendapatkan minyak tanah ini berlangsung sejak tiga hari lalu. "Minyak tanah dikirim distributor ke pengecer pada pagi hari, namun sore harinya sudah habis diserbu pembeli," ungkapnya.Soal kelangkaan minyak tanah di Kota Malang, lanjutnya, diperkirakan karena ulah para distributor. Sengaja dibuat opini bahwa seakan-akan minyak langka di pasaran. Padahal, minyak masih banyak tersedia."Ini yang membuat warga resah. Sehingga warga berbondong-bondong membeli minyak dalam jumlah besar. Disamping itu juga muncul kekhawatiran terjadi kenaikan harga," cerita Ny Gumirah.Sejauh ini, meski minyak sulit didapatkan, namun harga eceran tergolong stabil. Di tingkat pengecer, harga minyak tanah berkisar antara Rp 1.100 sampai dengan Rp 1.200 per liter. Sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 1.000 per liter. (nrl/)


Berita Terkait