ADVERTISEMENT

Survei LSI soal Pileg: Nasdem-PKS-PAN-PPP Tak Aman, Harus Cari Pendobrak

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 08 Jan 2019 15:48 WIB
Ilustrasi Pileg 2019 (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi sejumlah partai politik menengah, seperti NasDem, PKS, PPP, dan PAN, belum aman. Sebab, dari hasil survei terakhir, elektabilitas empat parpol itu sulit menembus ambang batas parliamentary threshold 4 persen.

"Posisi partai-partai menengah, seperti NasDem, PKS, PAN, dan PPP masih belum aman. Dari lima survei terakhir LSI Denny JA, elektabilitas keempat partai ini masih sulit menembus angka 4 persen," kata peneliti LSI Ardian Sopa di Graha 2 Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).

Survei tersebut dilakukan sebanyak 5 kali, mulai Agustus hingga Desember 2018. Survei dilakukan per bulan kepada 1.200 responden dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini adalah 2,8%.



Ardian memperlihatkan hasil survei keempat partai itu pada Desember berada di bawah 4 persen. NasDem sebesar 2,8 persen, PAN sebesar 1,8 persen, PKS sebesar 3,3 persen, dan PPP 3 persen.

"Keempat partai ini kan partai lama yang punya kekuatan, pengalaman, dan sumber daya masing-masing untuk lolos PT," ujarnya.

"Seperti NasDem, sosok ketum yang populer, punya kekuatan media, hingga banyaknya artis yang masuk caleg. PKS dikenal pandai merawat dan agresif di akhir menjelang pemilu. Kekuatan PPP dan PAN adalah pengalaman partai dan caleg menghadapi pemilu," tambah Ardian.



Ardian mengatakan PAN dan PPP harus bisa memunculkan sosok pendobrak agar mampu bersaing dengan partai menengah yang lain. Seperti PAN, menurutnya, harus bisa mencari sosok pengganti Amien Rais yang dinilai sudah memudar.

"PAN yang selama ini mengandalkan pamor Amien Rais harus mampu mencari alternatif sumber pendobrak baru karena pamor Amien Rais yang memudar," sebutnya.

Sementara itu, posisi lima besar dihuni partai-partai seperti PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, dan Demokrat. PDIP berada di posisi teratas. (ibh/rvk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT