Peringati Munir, Warga Semarang 'Pentas Musik' di DPRD
Kamis, 08 Sep 2005 12:25 WIB
Semarang - Tua, muda, dan bahkan anak-anak Semarang berkumpul memperingatisetahun kematian aktivis HAM Munir. Mereka yang menyebut diri sebagai Masyarakat Anti Kekerasan Negara (Makna) menggelar 'pentas musik'.Gelaran 'pentas musik' itu dilakukan di Kantor di DPRD Jateng, Jl. Pahlawan, Semarang, Kamis (8/9/2005). Massa yang merupakan gabungan dari sejumlah komunitas pengamen, LSM, kelompok seni, dan aktivis mahasiswa itu membawa spanduk bertuliskan “"Kami sudah lelah dengan kekerasan".Sebelum bermain musik, salah seorang pendemo Winarso berorasi. Dalam orasinya, dia menyatakan, selama 60 tahun merdeka, jutaan orang menjadi korban kekerasan. Dengan sistematis, negara menstrukturkan pola kekerasan baik berupa fisik dan nonfisik.“Contohnya, kasus 65 (PKI), Tanjung Priok, Kedung Ombo, pembunuhan Munir, dan lain sebagainya. "Sampai sekarang, negara belum mengusutnya secara tuntas,"” katanya lantang.Untuk itu, lanjut Winarso, pihaknya menuntut negara (pemerintah, legislatif, dan penegak hukum) untuk mengusut tuntas kasus kematian Munir sebagai bagian dari komitmen memutus mata rantai kekerasan di Indonesia. Juga, meminta negara tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi persoalan bangsaSetelah orasi selesai, beberapa pengamen mulai merangsek maju. Mereka mengajak massa untuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan a la mahasiswa seperti “Bunga dan Tembok” karya Wiji Thukul dan lain-lain. Satu lagu selesai, mereka langsung menyanyikan lagu lainnya.Karena menggunakan perangkat musik dengan sound system yang lumayan lengkap, suasana pintu masuk Kantor DPRD sangat riuh. Apalagi ketika tiga kakek nenek eks Gerwani-PKI berorasi. Mereka minta negara mengusut tuntas kasus pembunuhan pada tahun 1965.Setelah puas bernyanyi sekitar satu jam, massa meningggalkan Kantor DPRD pada pukul 10.45 WIB. Mereka berjalan kaki menuju Universitas Diponegoro yang jaraknya 500 meter dari lokasi awal. Di tempat itu, mereka akan mengikuti diskusi bersama.
(nrl/)











































