Polda Bali: Kami Hanya Cek Hartono Karjadi Sakit di Singapura

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 08 Jan 2019 13:36 WIB
Polda Bali (dok.detikcom)
Denpasar - Polda Bali membantah kabar upaya penangkapan pengusaha Hartono Karjadi di Singapura. Polisi hanya mengecek kebenaran Hartono Karjadi yang tidak menghadiri pemeriksaan dengan alasan sakit.

"Tidak ada upaya penangkapan penangkapan tersangka HK di Singapura, tapi hanya cek kebenaran apakah tersangka HK betul-betul sakit karena dipanggil penyidik tidak hadir dengan alasan sakit," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja kepada detikcom, Selasa (8/1/2019).

Hartono Karjadi sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan. Status Hartono Karjadi juga telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Tersangka HK sudah diterapkan sebagai tersangka dan sudah dikeluarkan DPO terhadap kasus memberikan keterangan palsu dalam akta otentik dan penggelapan," jelasnya.





Hengky juga menampik tudingan pengacara Hartono Karjadi, Boyamin Saiman, soal dugaan ada pihak ketiga yang membiayai dua polisi tersebut. Hengky mempersilakan pihak Hartono membuktikan pernyataannya tersebut.

"Silakan buktikan, kalau tidak terbukti nanti kita tuntut balik secara hukum ke si pengacaranya. Jangan hanya berkoar-koar di media tapi laksanakan tugas pokok sebagai pengacara membawa tersangka balik ke Indonesia, seperti kata tersangka akan balik akhir tahun, tapi sampai sekarang tidak terbukti, bisa diasumsikan bahwa tidak ada niat baik untuk selesaikan tanggung jawabnya sebagai tersangka di depan hukum," papar Hengky.

Sebelumnya, pengacara tersangka kasus penggelapan Hartono Karjadi melaporkan ke polisi Singapura soal upaya penangkapan.





Merujuk pada siaran pers tim pengacara, dalam laporan kepada Kepolisian Singapura itu, Hartono mengungkapkan ketika dirinya menjalani proses pemulihan sesaat setelah menerima tindakan medis di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.

Menurut Hartono, saat dirinya dirawat, mendadak muncul dua polisi yang mengaku dari Polda Bali. Dua orang yang diyakini Hartono sebagai polisi itu meminta dia kembali ke Indonesia. (ams/fdn)