Sumatera-Kalimantan Perlu Tingkatkan Kesiagaan Hadapi Kebakaran

Sumatera-Kalimantan Perlu Tingkatkan Kesiagaan Hadapi Kebakaran

- detikNews
Kamis, 08 Sep 2005 11:22 WIB
Jakarta - Sedikitnya ada lima wilayah di Provinsi Sumatera dan Kalimantan yang rawan kebakaran hutan. Lima wilayah ini diminta meningkatkan kesiapsiagaannya menghadapi bencana yang terus mengintip itu.Lima wilayah yang mendapat warning dari Menristek Kusmayanto Kadiman itu adalah Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. "Daerah-daerah ini perlu meningkatkan kesiapsiagaannya menghadapi bahaya kebakaran hutan. Sebab daerah-daerah ini terus mengalami peningkatan status bahaya secara signifikan," ungkap Kusmayanto dalam raker dengan Komisi VII DPR di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (8/9/2005).Tidak hanya wilayah rawan kebakaran saja, Kusmayanto juga membeberkan wilayah di Indonesia yang rawan tsunami. Wilayah itu antara lain, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTT, Maluku, dan Papua.Untuk mengantisipasi kemungkinan bencana ini, Kusmayanto mengaku sudah sering melakukan sosialisi di daerah-daerah tersebut. "Informasinya juga sering kita sampaikan lewat berbagai pertemuan ilmiah," kata dia.Anggaran 2006Mengenai anggaran tahun 2006, Kusmayanto mengungkapkan, pihaknya mengusulkan kenaikan sebesar 20 persen dari pagu anggaran tahun 2005, yakni Rp 1.752.812.901. Usulan tersebut sesuai dengan saran anggota dewan.Anggaran tahun 2006 akan dibagikan untuk delapan instansi yang ada di bawah Menristek, yakni Ristek, BPPT, LIPI, Bakosurtanal, Batan, LAPAN, Bapeten, dan BSN. Dengan tambahan dana 20 persen itu diharapkan bisa mempercepat pelaksanaan program-program fokus yang telah dicanangkan bersama.Program-program itu antara lain, pembangunan ketahanan pangan, penciptaan pemanfaatan baru dan terbarukan, pengembangan teknologi dan manajemen transportasi, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan teknologi pertanahan, pengembangan teknologi kesehatan dan obat-obatan. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads