Wabah Radang Otak Renggut 514 Nyawa di India
Kamis, 08 Sep 2005 09:58 WIB
Jakarta - Wabah penyakit berbahaya terus bermunculan. Di India utara, sudah 514 nyawa melayang akibat wabah radang otak (encephalitis). Anak-anak paling berisiko terkena penyakit ini. Buktinya, seluruh korban tewas, kecuali tiga orang, adalah anak-anak. Demikian menurut angka resmi pemerintah India seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/9/2005). Para dokter setempat mengatakan, total kematian sebenarnya lebih besar karena banyak kasus meninggal yang tidak dilaporkan.Dari angka 514 itu, sedikitnya 46 kematian dilaporkan di negeri bagian Uttar Pradesh dalam waktu 24 jam sebelumnya. Wabah ini muncul pada akhir Juli lalu dan berpusat di Gorakhpur, dekat perbatasan Nepal. Di daerah itu, lebih dari 400 orang telah meninggal akibat wabah maut ini.Penyakit gigitan nyamuk ini telah dilaporkan di 25 distrik dari total 75 distrik yang ada di Uttar Pradesh. Gejala-gejala penyakit ini termasuk sakit kepala dan demam tinggi. Penyakit ini berpindah dari babi ke manusia via gigitan nyamuk. "Ini penyakit buatan manusia," ujar T.N. Dhole, kepala ahli mikrobiologi badan pemerintah di Sanjay Gandhi Post-Graduate Institute, di Lucknow, India. "Lingkungan kotor dan situasinya terabaikan oleh pemerintah," cetus Dhole."Sudah terlambat untuk melakukan sesuatu kecuali fogging massal di daerah itu. Tapi pemerintah negeri bagian tidak punya dana," keluhnya.Menurut pakar kesehatan India, Shalini Raman, penyakit ini sebenarnya timbul setiap tahun di negeri itu. Namun tahun ini wabah tersebut tidak bisa dikendalikan, khususnya di daerah-daerah seperti Gorakhpur. "Penyakit ini hanya menyerang mereka yang mengalami kurang gizi, jadi ini menghantui perkampungan dan desa-desa yang tidak memiliki fasilitas medis," ujarnya.
(ita/)










































