Ma'ruf Ingin Rangkul Bima Arya, PAN: Kita Juga Rangkul Pendukung Jokowi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 05 Jan 2019 17:25 WIB
Bima Arya saat bertemu dengan Ma'ruf Amin. (Nur Azizah/detikcom)
Jakarta - Cawapres Ma'ruf Amin menyatakan keinginannya merangkul Wali Kota Bogor yang juga politikus PAN, Bima Arya Sugiarto. PAN menegaskan Bima tetap sejalan dengan keputusan partai mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Prabowo-Sandi juga mau merangkul sebanyak mungkin pendukung. Itu wajar. Semuanya kan mau menang," ujar Wasekjen PAN Saleh Daulay lewat pesan singkat, Sabtu (5/1/2019).

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo. Menurut dia, pihaknya juga merangkul banyak pendukung petahana Presiden Joko Widodo-Ma'ruf.

"Kita juga merangkul banyak pihak yang dulu mendukung Pak Jokowi kok. Mulai dari ulama, mantan birokrat, mantan anggota TNI/Polri, pengusaha, jurnalis, dan sebagainya," kata Dradjad secara terpisah.


Disinggung soal kedekatan Bima Arya dengan Ma'ruf Amin, Dradjad menyebut itu sebagai bentuk penghormatan. Saat bertemu, Bima Arya memang langsung mencium tangan Ma'ruf Amin.

"Cium tangan itu saya rasa penghormatan yang wajar ke orang tua. Pak Ma'ruf kan sepuh sekali," sebut Dradjad.

Bima Arya juga sempat mengacungkan satu jari ketika bertemu dengan Ma'ruf. Hanya, memang Bima Arya tak menyebut mendukung pasangan nomor urut 01 tersebut.

"Bima itu salah satu Waketum PAN. Setahu saya dia orang yang konsisten menjaga etika berorganisasi. Apalagi PAN dan seluruh kadernya, termasuk saya pribadi, sudah dua kali ikut membantu Bima menjadi wali kota," jelas Dradjad.

Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ini meyakini Bima Arya akan tetap berkomitmen setia kepada garis keputusan partai. Dradjad juga berbicara soal paham Machiavellian, aliran filsafat yang menganggap segala sesuatu yang dilakukan demi pemerintahan dan negara, apapun itu, adalah sah dan baik untuk dilakukan.

"Jadi saya yakin Bima akan taat kepada keputusan partai. Apalagi dukungan pada Mas Bowo ini diputuskan dalam Rakernas, forum kedua tertinggi di PAN," tuturnya.


"Saya masih percaya Bima bukan seorang Machiavellian dan/atau hendak menyebarkan Machiavellianisme di dalam PAN. Apa itu Machiavellianisme? Dalam psikologi, Machiavellianisme adalah salah satu dari tiga karakter dalam 'the dark triad'. Silakan merujuk ke buku psikologi atau politik," imbuh Dradjad.

Ia juga menyebut pose satu jari Bima Arya bukan bermakna sebagai tanda dari pasangan Jokowi-Ma'ruf. Dradjad mengatakan poses Bima Arya itu bukan juga yel-yel pasangan calon.

"Dalam foto terlihat bahwa Bima mengacungkan jari telunjuk itu bukan bagian dari yel-yel dukungan. Buktinya, orang-orang di belakang Bima tidak ikut mengacungkan satu jari. Jika itu yel-yel dukungan, tentu semuanya ramai-ramai mengacungkan satu jari. Jadi saya masih percaya Bima bukan Machiavellian," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Ma'ruf Amin menyatakan ingin merangkul Bima Arya. Hal tersebut disampaikan saat Bima Arya turut menyambut Ma'ruf di Pondok Pesantren Al-Ghazaly, Bogor.

"Sebagai calon wakil presiden, saya tentu punya harapan besar untuk mengajak bersama-sama semua pihak, apalagi wali kota. Jadi kita ingin merangkul sebanyak mungkin pihak dalam rangka mengawal keutuhan NKRI dan di dalam rangka membangun negara ini supaya negara ini lebih maju, lebih sejahtera," ujar Ma'ruf.

Bima Arya sempat mengacungkan satu jari ketika ditanya maksud kedatangannya. Namun satu jari yang dimaksudnya adalah soal memuliakan tamu. Dikonfirmasi lebih lanjut, ia menegaskan netral pada Pilpres 2019 karena ingin fokus bekerja untuk Bogor.

"Saya pamit untuk netral dan partai memahami. Sudah disampaikan ke ketum, ke sekjen, mereka paham saya harus fokus bekerja," ungkap Bima Arya.




Tonton juga ' Filosofi Putih-putih Jokowi-Ma'ruf di Surat Suara ':

[Gambas:Video 20detik]

Ma'ruf Ingin Rangkul Bima Arya, PAN: Kita Juga Rangkul Pendukung Jokowi
(elz/fdn)