Eks Komisioner Kritik KPU Telat Respons Tekanan Politik

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 05 Jan 2019 10:06 WIB
Diskusi bertajuk 'Menuju Pemilu Bermutu'. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Mantan Komisioner KPU Sigit Pamungkas mengkritik KPU yang dinilai telat merespons tekanan politik. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap KPU dinilainya menurun.

"Akibat tekanan politik yang tidak di-handle dengan bagus, terakhir survei LSI dan ICW tingkat kepercayaan KPU-Bawaslu di bawah 70 persen, padahal pada saat dilantik 80 persen, turunnya jauh sekali," kata Sigit, yang kini menjabat Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit), dalam diskusi bertajuk 'Menuju Pemilu Bermutu' di The Atjeh Connection, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).


Dia mengatakan tekanan politik terhadap KPU sangat besar. Salah satu contoh terbaru, menurut Sigit, kabar bohong alias hoax surat suara yang tercoblos.

"Tekanan politiknya yang besar sekali, kasus terakhir tujuh kontainer itu, ini bukan tekanan pertama yang nyerang ke KPU," ucapnya.

Sigit pun menyebut isu-isu lain yang menurutnya menyerang KPU dan lambat direspons. Antara lain soal IT yang diretas dan kotak suara dari kardus.


"Seperti soal IT KPU di-hack, lalu orang gila atau disabilitas mental masuk DPT, lalu KPU dituduh tidak netral dengan penomoran pilpres dengan menambahkan angka 0," ujar Sigit.

"Pada kasus terakhir untungnya KPU bisa keluar isu tujuh kontainer itu, kotak suara kardus telat direspons meskipun akhirnya direspons. Telat untuk banyak kasus KPU merespons," pungkasnya.


Saksikan juga video 'KPK Enggan Jadi Panelis Debat Pilpres, Kenapa?':

[Gambas:Video 20detik]



Eks Komisioner Kritik KPU Telat Respons Tekanan Politik


(dwia/haf)