Jejak Ali Kalora dari Ikut Santoso hingga Pimpin MIT

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 05 Jan 2019 09:38 WIB
Foto: Audrey Santoso/detikcom
Jakarta - Ali Kalora saat ini sedang diburu aparat lantaran melakukan pembunuhan disertai mutilasi terhadap warga dan penyerangan terhadap dua polisi. Ali dulunya merupakan anak buah komandan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Santoso alias Abu Wardah.

Sepeninggal Santoso, yang tewas dalam aksi baku tembak dengan Satgas Tinombala, Ali mengambil alih kepemimpinan di MIT. Kini kelompok MIT yang dipimpinnya beranggotakan 9 orang.

"Dalam waktu kurang lebih 8 tahun, berdasarkan data yang terhimpun, kelompok teroris Santoso-Ali Kalora cs telah melakukan aksi teror sebanyak 22 aksi. Korban meninggal dunia dari Polri sebanyak 8 personel dan warga sipil 16 orang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, ketika dihubungi detikcom, Sabtu (5/1/2019).



Polisi telah mengungkap identitas 9 anak buah Ali. Tiga di antaranya diprofilkan sebagai anggota yang baru saja direkrut, sedangkan 6 lainnya anggota lama.

Mereka adalah Askar alias Pak Guru, Qatar alias Farel, Namnung alias Khobar, Basir alias Romli, Galuh alias Naeh, Abu Alim, Rajif Gandi Saban alias Rajes, Aditya alias Idad, dan Alhaji Kaliki.

Polri sendiri bekerja sama dengan TNI untuk melakukan pengejaran. Polri-TNI mempersiapkan pasukan perang hutan yang memiliki kemampuan jungle warfare, pemburu, gerilya-antigerilya, serta IT untuk melacak pergerakan Ali dan kelompoknya.

Berdasarkan catatan kepolisian, Ali Kalora terlibat 22 kali aksi teror sejak Mei 2011 hingga Desember 2018. Berikut ini daftar kejahatan yang telah dilakukan Ali:

1. 25 Mei 2011, terlibat aksi penembakan terhadap polisi di Bank BCA, Jalan Eni Saenal. Dalam peristiwa ini dua polisi tewas dan 1 polisi luka berat.

2. 26 Agustus 2012, terlibat aksi penembakan terhadap warga atas nama Noldy Ambulando di Desa Sepe, Poso, di mana korbannya tewas.

3. 29 September 2012, terlibat aksi peledakan bom Desa Korowou, Kabupaten Morowali.

4. 04 Oktober 2012, terlibat aksi penembakan terhadap warga atas nama Hasman Sao.

5. 10 Oktober 2012, terlibat aksi peledakan bom di Kelurahan Kawua, Kabupaten Poso.

6. 16 Oktober 2012, terlibat aksi pembunuhan dua anggota Polres Poso yaitu Briptu Andi Sappa dan Brigadir Sudirman di dusun Tamanjeka, Kabupaten Poso.

7. 22 Oktober 2012, terlibat aksi peledakan bom di Pos Polisi Smaker. Korbannya dua polisi dan satu satpam terluka.

8. 15 November 2012, terlibat dalam penembakan ke rumah dinas Kapolsek Poso Pesisir Utara.

9. 20 Desember 2012, terlibat dalam aksi penembakan terhadap Brimob di di Desa Kalora, Kabupaten Poso. Penyerangan ini mengakibatkan 4 anggota Brimob meninggal dunia.



10. 3 Juni 2013, terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan bom bunuh Diri di Mako Polres Poso.

11. 25 Februari 2014, terlibat dalam peledakan bom di Desa Pantangolemba, Kabupaten Poso.

12. 2 Juni 2014, penembakan terhadap warga Desa Tamanjeka atas nama Muhammad Muhir yang mengakibatkan luka berat.

13. 9 Juni 2014, terlibat penyerangan Mapolsek Poso Pesisir Utara. Beruntung, tak ada korban.

14. 18 September 2014, terlibat pembunuhan warga bernama Fadly alias Nurhakim alias Papa Sri di Desa Padanglembara, Poso Pesisir Selatan.

15. 7 Oktober 2014, terlibat peledakan bom dan penghadangan mobil Bimob di Desa Dewua, Kabupaten Poso. Dalam peristiwa ini, penyerangan tak memakan korban.

16. 9 Desember 2014, terlibat aksi penculikan terhadap warga atas nama Obet Sabola dan pamannya Yunus Penini di Desa Sedoa, Kabupaten Poso.

17. 27 Desember 2014, terlibat penyanderaan dan pembunuhan dua warga Desa Tamandue, Kabupaten Poso.



18. 15 Januari 2015, terlibat penembakan dan mutilasi tiga warga desa Tangkura, Poso Pesisir Selatan.

19. 13, 14, dan 15 September 2015, terlibat pembunuhan dan mutilasi 3 warga Kabupaten Parigi Moutong.

20. 3 Agustus 2017, melakukan pembunuhan dengan cara menembak warga Desa Parigimpu, Parigi di Pegunungan Pora. Korban bernama Simson alias Suju.

21. 30 Desember 2018, melakukan aksi pembunuhan dan mutilasi terhadap warga Desa Salubanga, Parigi Moutong bernama Ronal Batua alias Anang.

22. 31 Desember 2018, melakukan penembakan terhadap dua polisi yang sedang mengevakuasi jasad warga Desa Salubanga, Parigi Moutong bernama Ronal Batua alias Anang. Akibatnya, dua polisi mengalami luka tembak namun berhasil diselamatkan.


Saksikan juga video 'Ketika Santoso Tumbang, Satgas Tinombala Kini Bidik Basri dan Ali Kalora':

[Gambas:Video 20detik]


Jejak Ali Kalora dari Ikut Santoso Hingga Pimpin MIT



(aud/idn)