Musibah Mandala
Total Korban Tewas 143 Orang, 99 Penumpang, 44 Warga
Kamis, 08 Sep 2005 23:50 WIB
Medan - Kepastian jumlah korban tewas akibat jatuhnya pesawat Mandala Airlines sudah diketahui. Tim forensik menyatakan, korban tewas akibat musibah itu berjumlah 143 orang. Dari jumlah itu,jumlah penumpang yang tewas sebanyak 99 orang, sedangkan 44 lagi merupakan warga yang berada di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Dari seluruh korban tewas itu, 43 korban yang tidak berhasil diidentifikasi."Jumlah ini merupakan hasil akhir. Namun tentang korban yang berhasil dan tidak berhasil diidentifikasi, masih bersifat sementara. Sebab uji DNA akan dilakukan," kata seorang anggota tim yang menangani proses identifikasi korban, Budi Sampurna, di Bandara Polonia Medan, Rabu (7/9/2005). Yang memberikan keterangan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).Dari seluruh 99 penumpang yang tewas itu, kata Budi,sebanyak 76 berhasil diidentifikasi, sedangkan yang tidak berjumlah 23. Kemudian dari 44 warga yang jadi korban, yang berhasil diidentifikasi 33, sedangkan 11 lagi tidak berhasil."Dengan demikian, jumlah yang tidak berhasil diidentifikasi berjumlah 34 orang. Inilah yang dikebumikan secara massal," katanya.Berkaitan dengan tidak bisa diidentifikasinya 34 jenazah ini,Budimenyatakan, tidak bisa menilai apakah keseluruhan proses identifikasi dalam kasus Mandala berhasil atau tidak. Masalahnya sangat tergantung pada situasi yang dihadapi tim forensik dalam hal ini kondisi para korban."Dalam kasus jatuhnya Silk Air, hanya sedikit yang bisa diidentifikasi. Dalam kasus bom Bali juga demikian, walaupun tim forensik dari berbagai negara juga turut membantu. Jadi sangat situasional," ujar Budi.Menurut Budi, ada hal-hal di lapangan yang memang sulit diatasi karena masalah teknis. Misalnya, kondisi jenazah sulit dikenali keluarga korban karena tidak mempunyai catatan tentang gigi atau tanda-tanda khusus pada korban. "Selain itu peralatan seperti alat uji DNA juga tidak tersedia di lokasi," kilahnya.Oleh karena itu menurut Budi, dalam kasus Mandala ini, jenazah korban yang tidak bisa dikenali akan diambil sampel DNA-nya. Lantas berikutnya diambil DNA pembanding dari keluarga korban. "Tapi butuh waktu yang lebih lama, sementara jenazah harus segera dikebumikan secepatnya," paparnya.
(ahm/)











































