Golkar Bela Menterinya yang Terancam Dilengserkan
Rabu, 07 Sep 2005 18:02 WIB
Jakarta - Evaluasi kinerja kabinet tinggal sebulan lagi. Menko Perekonomian Aburizal Bakrie jadi sasaran empuk untuk digusur. Golkar pun mengeluarkan jurus untuk membela kadernya.Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris merupakan kader Golkar yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu.Golkar menilai kinerja kadernya telah baik di kabinet. "Kalau soal ekonomi itu kan lebih banyak berasal dari faktor eksternal dan bukan sesuatu yang berasal dari dalam. Waktu setahun sulit untuk kita melihat perubahan," bela Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Andi Matalatta di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2005).Meski membela kadernya, namun Andi tetap meminta Presiden SBY memberikan kepastian tentang rencana reshuffle kabinet. "Kepastian ini akan membantu pemulihan ekonomi kita. Semua tergantung presiden. Kalau ada menteri yang tidak kompeten, silakan diganti," ujar Andi.Andi meminta agar reshuffle dilakukan pada Oktober 2005. "Kan sudah jelas ada kontraknya. Jadi tinggal melihat apakah menteri itu bisa menjalankan kebijakan yang sudah ditentukan presiden atau tidak. Kami sepakat agar hasil evaluasi diumumkan Oktober mendatang," urainya.Dalam kesempatan yang sama, Ketua F-PAN Abdillah Toha mengaku sepakat agar Presiden SBY melakukan evaluasi kinerja kabinet pada Oktober 2005.Dia meminta orientasi tim ekonomi SBY untuk berubah. "Orientasinya saat ini masih dibayangi kerja IMF. Padahal seharusnya sudah berpikir utuk sektor riil. Kalau memang cara pikirnya tidak diubah ya harus diganti. Kita semua serahkan kepada presiden,' kata Abdillah.
(aan/)











































