Massa Munir Bawa 2 'Gelas Jus' Cap BIN & Garuda ke Kantor SBY

Massa Munir Bawa 2 'Gelas Jus' Cap BIN & Garuda ke Kantor SBY

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2005 17:40 WIB
Jakarta - Setelah kantor BIN, sekitar 200 orang yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Untuk Munir dan Demokrasi (Asumsi) berpindah 'menyerbu' kantor Presiden SBY di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2005). Selain untuk mengenang 1 tahun kematian aktivis HAM itu, mereka menuntut agar pemerintah mengungkap siapa dalang pembunuh Munir sebenarnya.Dalam aksinya, mereka membawa 2 'gelas jus'. Gelas itu berupa drum plastik yang cukup besar. Masing-masing drum ditulisi jus jeruk cap 'BIN' dan jus jeruk cap 'Garuda'. Mereka tampaknya menyindir kedua lembaga itu, karena menurut jaksa penuntut, zat arsenik yang membunuh Munir dibubuhkan dalam minuman jus jeruk yang disajikan pramugari Garuda dalam penerbangan ke Singapura, 6 September 2004.Selain itu, massa juga membawa 14 karangan bunga, 4 di antaranya berukuran besar. Di karangan bunga tersebut terdapat tulisan 1 th kematian Munir siapa dalang pembunuhmu, infight! dan Munir, inspirasi solidaritas dan perjuangan kemanusiaan.Dalam aksi ini mereka membawa spanduk yang antara lain bertuliskan: please fasten your seatbealt you will die soon. Meskipun mereka datang dengan menggunakan 3 bus berukuran besar, 4 Metro Mini, beberapa mobil pribadi dan puluhan sepeda motor, aksi ini tidak memacetkan jalan di depan Istana Merdeka. Sekitar 50 aparat gabungan Polsek Gambir dan Polres Jakarta Pusat menjaga ketat dengan menggunakan police line.Di sela-sela aksi, istri almarhum Munir, Suciwati, mengatakan, dengan adanya kontak antara Pollycarpus dengan anggota BIN sebagaimana dibeberkan oleh penyidik, seharusnya itu sudah memperjelas siapa dalang pembunuh Munir. "Pollycarpus hanya eksekutor!" tegasnya.Suci juga menyesalkan banyaknya keluhan terhadap tim penyidik kasus Munir bentukan Mabes Polri yang mengatakan kini tim penyidik tidak tampak mengusut kematian suaminya. "Ini artinya penyidikan kembali lagi ke awal, sekarang penyidik tidak concern lagi terhadap kasus Munir, jadi mereka bekerja sendiri-sendiri," sesal ibu dua anak ini.Senada dengan Suciwati, Koordinator Kontras Usman Hamid mengatakan, hari ini adalah peringatan kematian Munir yang dipicu oleh bandit pengecut yang tidak bertanggung jawab. "Munir boleh mati, tapi demokrasi yang dibangun Munir tidak boleh mati," tandasnya. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads