"Untuk Ali Kalora cs sudah dilakukan analisa secara komprehensif antara Polri dan TNI. Tidak menutup kemungkinan memang apabila diperlukan suatu pengejaran secara masif nanti akan didatangkan pasukan-pasukan yang memiliki teknologi dan kemampuan perang hutan," kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019).
Hingga kini, Ali Kalora cs terus dikejar Satgas Tinombala Sulteng tanpa dibantu pasukan dari luar Sulteng. Rencananya, pekan depan ada pasukan yang diperbantukan untuk pengejaran.
"Peralatan dan kemampuan apa yang dibutuhkan untuk mem-back up satgas Tinombala Polda Sulteng minggu ini sudah dipersiapkan, minggu depan akan lebih cepat lagi tim gabungan dari pusat maupun dari daerah bersinergi dalam rangka melakukan pengejaran secara masif terhadap kelompok Ali Kalora cs," ujarnya.
Dia menambahkan pengejaran masih dilakukan di dua wilayah, yaitu Parigi Moutong dan Poso. Aparat akan melakukan blokade di wilayah Gunung Biru.
"Seputaran Parigi Moutong sampai dengan Poso di sekitar Gunung Biru itu terus yang akan betul-betul kami lakukan pemblokadean dan parimeter dulu," pungkasnya. (abw/aan)











































