Bandung Langka Minyak Tanah

Bandung Langka Minyak Tanah

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2005 17:04 WIB
Bandung - Bandung krisis minyak tanah. Antrean panjang konsumen minyak langganan 'wong cilik' itu terlihat di pasar-pasar. Hampir semua pangkalan minyak tanah diserbu warga. Tiap warga hanya bisa membeli dijatah 3 hingga 5 liter."Di warung-warung rumah, minyak tanah sudah tidak ada. Ini bikin susah. Kok seperti masa Orde Lama,ya" ungkap Fahrudin, warga Cihaurgeulis kepada detikcom saat mengantre di Pangkalan Minyak Tanah Pasar Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Bandung, Rabu (7/9/2005). Menurut dia, kelangkaan minyak tanah di warung-warung sudah terasa sejak 2 minggu yang lalu. Akibat langka, harga minyak tanah pun naik. Bila biasanya 1 liter minyak tanah dijual Rp 875, kini dijual Rp 1.000. Harga jual minyak tanah di tingkat pengecer bahkan lebih tinggi, bisa mencapai Rp 1.500. "Tapi, mencari minyak tanah di pengecer, sulitnya minta ampun," aku Fahruddin. Penyebab kelangkaan minyak tanah di Bandung hingga kini belum diketahui. Pada saat normal, pangkalan minyak tanah biasanya hanya dipenuhi oleh para pengecer. Tapi, kali ini pangkalan minyak tanah sudah diserbu warga. Antrean panjang konsumen minyak tanah terlihat di beberapa lokasi pangkalan minyak tanah, seperti di Pasar Cicadas, Pasar Cihaurgeulis, Pasar Cikaso, dan Pasar Dago. Antrean panjang mulai terlihat penuh pada subuh hingga siang hari. Meski warga membawa beberapa jerigen bervolume 10 liter, mereka tetap tidak bisa membeli minyak tanah dalam jumlah banyak. Mereka hanya dijatah 3-5 liter, agar warga lainnya juga kebagian. (asy/)


Berita Terkait