Reshuffle Buka Peluang Parpol Rebutan Kursi Menteri

Reshuffle Buka Peluang Parpol Rebutan Kursi Menteri

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2005 16:36 WIB
Jakarta - Parpol-parpol diyakini tengah mengintip peluang terjadinya reshuffle, untuk kemudian bertarung memperebutkan kursi menteri."Reshuffle hanya akan membuka peluang pertarungan kepentingan parpol untuk menempatkan kader-kadernya dalam kabinet," kata pengamat politik CSIS J Kristiadi.Untuk itu dia meminta masyarakat agar memberi kesempatan kepada Presiden SBY untuk mengonsolidasikan kekuatannya memperbaiki bangsa ini."Kalaupun harus reshuffle, harus tidak ada campur tangan dari parpol, dan harus sesuai dengan profesionalisme," cetus Kristiadi usai acara halaqah nasional di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Rabu (7/9/2005).Menurutnya, reshuffle kabinet tidak perlu dilakukan, karena pergantian kabinet saat ini tidak akan menyelesaikan persoalan. Apalagi Kabinet Indonesia Bersatu baru berusia menjelang satu tahun, bahkan ada beberapa departemen yang baru selesai dibangun kantornya.Ditanya soal manajemen pemerintahan SBY, dia menilai masih lemah, sehingga kebijakan-kebijakannya tidak berjalan efektif."Manajemen yang lemah dari pemerintah SBY mempengaruhi kepercayaan masyarakat sehingga menjadi lemah," kata Kristiadi.Soal pergantian Panglima TNI, menurutnya, tidak ada alasan bagi SBY untuk menundanya, karena tidak ada momen dan alasan politik penting yang menghalangi."Selain itu Pak Tarto (Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto) juga sudah beberapa kali minta mundur," tandas Kristiadi. (sss/)


Berita Terkait