Foto Tiga Menteri Ekonomi SBY Dibakar di UNS

Foto Tiga Menteri Ekonomi SBY Dibakar di UNS

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2005 16:02 WIB
Solo - Puluhan mahasiswa UNS Solo menggelar aksi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Mereka menuding Pemerintah telah diperdaya skenario asing yang ingin memperpuruk Indonesia. Sebagai ekspresi penolakan itu, mereka membakar foto tiga menteri bidang ekonomi Kabinet SBY yang dinilai sebagai antek IMF.Aksi tersebut digelar oleh gabungan BEM UNS di pintu masuk kampus UNS di Jalan Ir Sutami, Solo, Rabu (7/9/2005). Sejak awal, orasi-orasi yang mereka sampaikan langsung menohok pemerintah sebagai pihak yang tidak memiliki sense of crisis. Menurut mereka, dampak maupun efek domino kenaikan BBM pada Februari lalu hingga kini masih membebani rakyat.Sebagai negara penghasil minyak bumi, kata mereka, rakyat Indonesia hampir tidak pernah merasakan hasilnya karena ladang-ladang minyaknya dikuasai asing. Selain itu pemerintah juga dinilai tidak serius memberantas korupsi dengan menangkap para pelakunya dan mengambil harta hasil korupsinya sebagai alternatif paling tepat untuk menutup subsidi BBM bagi rakyat.Menteri Antek IMFRencana untuk kembali menaikkan BBM itu dinilai sebagai lemahnya pemerintah menghadapi tekanan asing melalui lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF. Tekanan itu, menurut mereka, adalah skenario kapitalis untuk melemahkan dan semakin memperpuruk negara dunia ketiga.Lebih parahnya lagi, menurut mereka, tim ekonomi SBY di kabinet diisi para antek IMF. Karena itu, mereka mendesak SBY segera melakukan perombakan kabinet dengan mengganti para menteri antek IMF tersebut. Mereka yang dituding adalah Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani dan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu.Sebagai gambaran bahwa Indonesia telah dikangkangi kekuatan ekonomi global kapitalis, dalam aksi itu mereka membawa sebuah bola yang telah dicat merah putih dan ditulisi 'Indonesia'. Bola itu lalu dimasukkan ke sebuah kurungan ayam yang di atasnya diletakkan empat lembar kertas masing-masing bergambar foto Aburizal, Sri Mulyani, Marie Pangestu, dan satu lembar kertas lagi ditulis 'IMF'.Menjelang bubaran aksi, mereka membakar kurungan berikut gambar-gambar foto para menteri yang telah dipenuhi coretan-coretan tersebut. Diantara coretan yang ada di antaranya menyebut ketiganya sebagai antek IMF atau antek kapitalis. Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu bubar sekitar pukul 15.00 WIB. (asy/)


Berita Terkait