Kostrad Tarik 2 Batalyon dari Aceh
Rabu, 07 Sep 2005 15:50 WIB
Jakarta - Penarikan personel militer dari Aceh terus dilakukan. Kali ini 2 batalyon sudah ditarik Kostrad. Sesuai MoU RI-GAM, nantinya hanya 14 ribu personel TNI saja yang tinggal di Tanah Rencong.Total pasukan Kostrad di Aceh ada 7 batalyon. Setelah penarikan 2 batalyon, Kostrad akan kembali menarik 1 batalyon minggu depan, sehingga nantinya tinggal 4 batalyon. Selanjutnya secara bertahap akan terus ditarik hingga tak tersisa."Batalyon 321 dan 330 saat ini sudah berada di home base-nya. Akan menyusul batalyon 514 pada minggu depan, tinggal menunggu kapalnya saja," kata Pangkostrad Letjen Hadi Waluyo usai acara briefing Presiden SBY terhadap TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (7/9/2005).Namun Hadi enggan mengomentari MoU RI-GAM yang diteken 15 Agustus lalu itu. Menurutnya Kostrad hanya menjalankan kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah."Itu bukan domain tentara, tapi itu domain pemerintah, kita hanya mengimplementasikan apa yang menjadi kebijakan pemerintah," ujarnya.Mengenai penyerahan senjata kepada TNI, jika pihak GAM enggan melakukannya, Hadi menyerahkan sepenuhnya kepada Aceh Monitoring Mission (AMM) . "Sudah jelas kita negara hukum. Sesuai aturan UU, yang boleh memegang senjata hanya TNI saja," tandasnya.Kepala Dinas Penerangan Umum (Kadispenum) TNI Kolonel (CAJ) Achmad Yani Basuki menambahkan, TNI lebih memprioritaskan menarik pasukannya yang sudah lama bertugas di Aceh. "Mengenai teknisnya, itu kewenangan dari Panglima TNI," ujarnya.Jumlah pasukan TNI yang bertugas di Aceh sebelum MoU RI-GAM tercatat sebanyak 41 ribu personel. "Hingga bulan Desember nanti, total pasukan yang akan ditarik akan mencapai 27 ribu personel. Kami akan menyisakan tentara organik saja di sana sebanyak 14 ribu personel," tuturnya.
(ary/)











































