Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga, meminta penyebaran hoax dihentikan. Dia menyebutkan sejumlah isu hoax, yaitu soal penganiayaan Ratna Sarumpaet, selang darah dipakai 40 orang di RSCM, pembangunan Tol Cipali tanpa utang, kotak suara kardus yang diisukan negatif, dan yang terbaru soal 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos.
"Itu kan merusak legitimasinya KPU. Mencoba merusak legitimasinya penyelenggara pemilu. Nanti ini akan mencoba ujung-ujungnya nanti kalau gagal, kalah, mengatakan karena penyelenggara udah jelek sejak awal, nggak bener sejak awal. Akan bisa dikomplainlah," ujar Arya dalam jumpa pers di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (3/1/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arya, upaya sistematis untuk mendiskreditkan KPU ini berbahaya. Dia curiga ada pihak yang ingin membuat rakyat tak percaya kepada KPU, sehingga pemilu menjadi kacau. Dia curiga ada pihak yang takut kalah.
"Ini yang kita bilang ada usaha yang sistematis untuk mendiskreditkan penyelenggara pemilu. Ini berbahaya betul. Apa ini tanda-tanda kekalahan sehingga membuat semuanya makin kabur? Supaya rakyat tidak percaya kepada legitimasi penyelenggara pemilu? Kita harapkan tidak seperti itu," ujarnya.
"Sejak awal Pak Jokowi sudah mengatakan bahwa ini adalah pesta rakyat, mari bergembira. Happy dengan ini, bukan membawa ketakutan. Bukan membuat negara ini seakan-akan mau chaos saja, tapi mari membawa pemilu ini menjadi lebih baik. Kami berharap ini adalah hoax terakhir yang disampaikan," imbuh politikus Perindo itu. (tor/tor)











































