2 Kali Gagal ke KPK, Roby Arya Coba Peruntungan Jadi Sekjen

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 02 Jan 2019 20:10 WIB
Roby Arya Brata (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - KPK mengumumkan enam orang yang lolos ke tahap selanjutnya dalam seleksi sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK. Salah seorang di antaranya adalah Roby Arya Brata, yang tercatat sudah dua kali gagal dalam seleksi untuk jabatan struktural di komisi antirasuah itu.

Roby dulu gagal bersaing dengan Agus Rahardjo cs untuk posisi pimpinan KPK. Kemudian dia gagal lagi saat KPK membuka posisi untuk penasihat KPK. Roby mengaku tidak patah arang karena memang berkomitmen mengabdi di KPK.
"Saya selalu, ini terakhir dari 4.500 lolos cuma dua orang (di gelombang pertama) sampai diadakan gelombang kedua hingga bisa naik ke Presiden. Saya commit ya sudah jadi keinginan saya untuk mengabdi di KPK. Sampai pansel itu mungkin bosan ketemu lagi, ketemu lagi, sampai di tahap wawancara, Pak Roby lagi, Pak Roby lagi," kata Roby saat dihubungi detikcom, Rabu (2/1/2019).

Roby kini tercatat bekerja di Sekretariat Kabinet sebagai Asisten Deputi Bidang Ekonomi Makro, Penanaman Modal, dan Badan Usaha pada Kedeputian Bidang Perekonomian. Dia juga mengatakan pernah mengajar antikorupsi dan good governance di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) serta pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Menurut Roby, korupsi menjadi masalah utama dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik di Indonesia. Untuk itu, Roby berharap bisa masuk ke lingkar dalam KPK agar ide-idenya bisa diterapkan secara maksimal.

"Masalah utama governance di Indonesia ya korupsi. Saya akan bisa mengabdi lebih lagi kalau bisa masuk di KPK-nya. Jadi pemikiran dan ide-ide saya akan bisa diwujudkan. Apalagi pimpinan sekarang saya merasa satu visi. Beliau-beliau teman saya waktu fit and proper test (untuk pimpinan KPK periode 2014-2019)," ucapnya.

Dia juga menyoroti soal masalah yang jadi alasan pemberhentian Sekjen KPK sebelumnya, Raden Bimo Gunung Abdul Kadir, yakni persoalan e-office yang belum terwujud. Roby juga berencana, jika dipilih jadi Sekjen KPK, menerapkan tata kelola organisasi yang bisa dicontoh berbagai lembaga baik di dalam maupun luar negeri.

"Saya tinggal menjalankan, meneruskan, program yang belum berhasil dari sekjen-sekjen sebelumnya. Membangun KPK modern, coba bangun e-office, e-budgeting, e-planning," kata Roby.
KPK sebelumnya menyebut enam orang, termasuk Roby, lolos untuk menjalani tes wawancara sebagai Sekjen KPK pada 7 Januari nanti. Keenam orang tersebut adalah:

1. Muhammad Zeet Hamdy Assovie
2. Prasetyo
3. Tuty Kusumawaty
4. U Saefudin Noer
5. Winarni Dien Monoarfa
6. Roby Arya Brata

Nama-nama itu juga bukanlah orang sembarangan, seperti Zeet Hamdy yang merupakan Sekda Kalimantan Barat. Ada juga nama Saefudin Noer yang tercatat pernah menjabat sebagai Finance Director Pelindo III. Kemudian ada nama Winarni Dien Monoarfa, yang merupakan guru besar di Universitas Hasanuddin serta pernah menjadi Sekda Provinsi Gorontalo.



Simak juga video 'KPK Geledah Rumah Dirut PT WKE, Si Pemberi Suap SPAM':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/dhn)