Setahun Wafat
Massa Munir 'Serbu' Kantor BIN
Rabu, 07 Sep 2005 14:18 WIB
Jakarta - Ratusan pendukung Munir menuntut pemerintah menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM itu. Tuntutan disampaikan dalam aksi demo yang digelar di depan kantor Badan Intelijen Negara (BIN), Jalan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2005).Aksi ini sekaligus memperingati setahun wafatnya Munir. Munir tewas diracun dalam penerbangan yang membawanya ke Belanda pada 7 September 2004 lalu. Saat ini kasusnya masih dalam proses persidangan dengan tersangka tunggal, Pollycarpus Budihari Priyanto.Pendukung Munir ini tergabung dalam Aliansi Solidaritas untuk Munir dan Demokrasi (Asumsi). Sejumlah LSM tergabung dalam aliansi ini antara lain LBH Jakarta dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).Ratusan pendemo memadati jalan di depan kantor BIN, sehingga menimbulkan kemacetan. Tidak hanya membawa poster, mereka juga membawa sejumlah karangan bunga tanda duka yang diletakkan di depan pintu gerbang kantor tersebut. Tampak istri Munir, Suciwati ikut meletakkan karangan bunga. "Bunga ini sebagai simbol bahwa rakyat menginginkan adanya penegakan hukum, sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan," kata dia.Suciwati menuturkan, banyaknya dukungan dari rakyat menandakan Munir tidak hanya miliknya tapi milimk semua orang. "Saya menuntut keadilan, karena kasus ini bila diadili dengan transparan dan jujur maka keadilan pasti akan terjawab," tegasnya.Uai meletakkan karangan bunga, para pendemo lalu menggelar happening art yang menggambarkan seorang anak manusia tengah mengalami penindasan dari pihak aparat. Para pendemo ini menuntut kasus pembunuhan Munir dituntaskan dengan menangkap dan mengadili dalang pembunuh Munir, bukan hanya pelaksana lapangannya saja.Dalam pernyataan sikapnya, Asumsi menilai kebijakann negara yang semakin tidak peduli dan pura-pura menyelesaikan kasus terbunuhnya Munir terbukti sudah. TPF memang telah dibentuk, tapi itu pun banyak mengalami kendala dalam menemukan sang pembuat skenario pembunuhan.Selain menuntut penuntasan kasus Munir, mereka juga menuntut perlindungan bagi pejuang HAM di Indonesia, serta menolak militerisme bangkit kembali. Aksi ini dijaga ketat aparat dari Polsek Pasar Minggu. Hingga pukul 13.45 WIB, aksi masih berlangsung. Demo rencananya akan dilanjutkan ke Istana Presiden.
(umi/)











































