Habib Luthfi bin Yahya: Presiden Harus Dihormati

Wawancara Eksklusif

Habib Luthfi bin Yahya: Presiden Harus Dihormati

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 02 Jan 2019 19:17 WIB
Foto: Harviyan Perdana Putra/Antara Foto
Jakarta - Bagi Habib Luthfi bin Yahya, bentuk NKRI sudah final. Dia tak tertarik membahas soal bentuk negara khilafah seperti yang diteriakkan sejumlah orang untuk mengganti NKRI.

Dia mengajak masyarakat menghormati presiden dan lembaga kepresidenan, juga peraturan-peraturan yang dibuat oleh para pendiri bangsa ini. "Kita hormati presiden yang ada, kita hormati lembaga kepresidenan dengan peraturan-peraturan yang telah dirintis oleh pendiri-pendiri bangsa ini," kata Habib Luthfi dalam sesi Wawancara Eksklusif detikcom yang tayang, Rabu, 2 Januari 2019.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Habib Luthfi, jika bukan bangsa sendiri yang menghargai kepala negaranya, jangan salahkan jika negara lain juga tak menghormati Indonesia. "Efek kita tidak menghargai kepala negara, jangan dikira di luar (negeri) tidak berefek besar. Nah, kita menjaga di sini. Siapa pun pemimpin negara ini, kita wajib menghargai secara kelembagaan," kata sosok yang berada di urutan ke-37 dari 500 tokoh muslim berpengaruh versi Pusat Studi Strategis Islami Kerajaan Jordania itu.



Kepada pihak-pihak yang selalu berteriak ganti bentuk NKRI, Habib Luthfi balik bertanya, "Tahun 1945 kita ada di mana, kontribusi kita apa?"

Karena generasi muda sekarang ini tak bisa berperan dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan pada kurun 1945-1947, sudah semestinya meneruskan perjuangan para pahlawan itu. "Kita tinggal meneruskan, seandainya pohon ada benalu, ya cukup benalunya kita buang," papar Habib Luthfi.

Dia mengingatkan, membangun bangsa tidak semudah membalik telapak tangan. Sudah semestinya kebersamaan yang harus diangkat untuk saling mengisi kelemahan dan kekurangan masing-masing. (erd/jat)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads