detikNews
Rabu 02 Januari 2019, 11:21 WIB

PDIP: Serapan APBD DKI Rendah karena Anies Rotasi Pejabat Eselon II

Indra Komara - detikNews
PDIP: Serapan APBD DKI Rendah karena Anies Rotasi Pejabat Eselon II Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2018 sebesar 82,3 persen dinilai masih rendah dan tak mencapai target. PDIP DKI Jakarta menilai rendahnya serapan APBD DKI 2018 disebabkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan banyak merotasi pejabat.

"Penyerapan rendah akibat kebijakan gubernur sendiri. Kebijakan yang tempo hari lakukan rotasi pejabat eselon II. Gubernur menetapkan pejabat pada posisi Plt. Walau Anies menyampaikan Plt sama kewenangan dengan pejabat, tapi di lapangan Plt tidak mau atau mampu eksekusi di lapangan," kata Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono saat dihubungi, Selasa (2/1/2019).

Gembong juga mengatakan perencanaan saat penganggaran dari SKPD dinilai lemah. Hal tersebut, kata Gembong, membuat eksekusi program tak maksimal.

"Tahun 2018 anggaran baru berjalan pas semester kedua, itu harusnya semester pertama berjalan. Kapan mereka harus melakukan proyek, kapan lelang, harus diikuti secara rinci. Ketika schedule yang keluar, mereka segera evaluasi," tuturnya.


Pada 2019, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI itu berharap Anies dapat segera melantik kepala dinas yang saat ini statusnya masih sebatas pelaksana tugas (Plt). Selain itu, evaluasi perencanaan program harus dilakukan setiap 3 bulan sekali.

"Harapan kita, pertama, di awal 2019 ini seluruh pejabat bisa ditetapkan. Bukan bicara orangnya, bukan seluruh Plt ditetapkan, tetapi soal orang jadi kebijakan gubernur. Maksudnya jangan sampai ada Plt lagi di 2019 ini. Kedua, mesti menjalankan APBD sejak awal tahun. Ketiga, evaluasi per 3 bulan secara rinci, sehingga ketika ada time schedule yang berubah, para SKPD bisa kembali pada real-time schedule itu," ujar Gembong.


Sebelumnya, Anies mensyukuri serapan APBD 2018 sebesar 82 persen. Meski lebih rendah daripada tahun lalu, Anies mengatakan serapan tersebut setara.

"Jadi alhamdulillah, serapan kita setara dengan tahun lalu seperti target, 82 persen. Jadi, berdasarkan data APBD 2018 itu sebesar Rp 83,26 triliun, kemudian realisasi penerimaannya per tadi malam itu sebesar Rp 61,29 triliun atau 93,14 persen," kata Anies di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/1).



Saksikan juga video 'RK Membangun Jabar Tak Andalkan APBD':

[Gambas:Video 20detik]


(idn/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed