Mungkinkah Mandala Airlines Jatuh Akibat Ponsel?

Mungkinkah Mandala Airlines Jatuh Akibat Ponsel?

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2005 13:01 WIB
Jakarta - Hingga saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat Mandala Airlines yang menewaskan sedikitnya 150 orang, Senin (5/9/2005) lalu. Mungkinkah kecelakaan ini karena ada penumpang yang tidak disiplin mematikan telepon seluler (ponsel)-nya? Jangan harap mengetahui penyebab kecelakaan Mandala dalam waktu cepat. Menurut KNKT, penyebab kecelakaan Mandala baru akan diketahui satu tahun mendatang. Selain penyelidikan yang dilakukan KNKT, kotak hitam (black box) juga harus dikirim ke perusahaan pembuat pesawat terbang untuk dibaca pesannya. Dan untuk membacanya, perlu waktu agak lama. Waktu satu tahun untuk penyelidikan merupakan standar International Civil Aviation Organization (ICAO). Tapi, Ketua KNKT Setyo Rahardjo berusaha akan mengumumkan penyebab kecelakaan kepada publik lebih cepat dari satu tahun. "Kalau bisa 6 bulan atau lebih cepat, akan segera diumumkan ke publik," kata Setyo kepada wartawan di Bandara Polonia, Medan, Selasa (6/9/2005). Di tengah menunggu penyelidikan KNKT, sejumlah orang memperbincangkan kemungkinan-kemungkinan penyebab kecelakan Mandala tersebut. Salah satu yang mengemuka adalah, mungkinkan pesawat Mandala mengalami kecelakaan gara-gara ada penumpang yang tetap menghidupkan ponselnya? Sudah jamak diketahui, selama ini masih banyak penumpang Indonesia yang tidak mematuhi pengumuman kru pesawat agar penumpang mematikan ponselnya. Padahal, perintah mematikan ponsel selalu diumumkan oleh kru pesawat sebelum pesawat take off. Namun, masih banyak penumpang yang tetap ber-SMS atau pun sibuk menelepon. Bisa jadi, banyaknya penumpang yang tidak mematuhi perintah ini, karena tidak mengetahui seberapa hebat gangguan yang diakibatkan oleh ponsel ini. Padahal, ponsel sangat mengganggu penerbangan dan memiliki kontribusi besar dalam kecelakaan pesawat. Selama ini sudah banyak bukti tentang bahayanya ponsel terhadap keselamatan penerbangan. Contoh-contoh kecelakaan pesawat terbang akibat ponsel ini pernah ditulis Harian Bisnis Indonesia, 27 Oktober 2004 lalu. Dan bukti-bukti kecelakaan ini juga telah disadur di banyak mailing list. Berikut beberapa bukti sangat bahayanya menghidupkan ponsel di dalam pesawat: 1. Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja lepas landas dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.2. Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor di bagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.3. Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang final approach untuk mendarat di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).Mungkinkah pesawat Mandala mengalami nasib tragis gara-gara ponsel? Kita tunggu saja hasil penyelidikan KNKT setahun lagi. (asy/)


Berita Terkait