Natalia Beli Tiket dari Calo

Korban Tragedi Mandala

Natalia Beli Tiket dari Calo

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2005 12:04 WIB
Jakarta - Bagaimana bisa asisten dosen FEUI Natalia Magdalena dan ibunya, Ro'ida Lumbanraja, tidak tercatat di daftar penumpang (manifes) Mandala Airlines? Rupanya, mereka membeli tiket lewat calo!Pada Senin (5/9/2005), detikcom telah menurunkan daftar penumpang Mandala Airlines, yang terdiri dari 110 penumpang dewasa, 3 bayi, dan 5 kru pesawat. Dari sekian banyak nama itu, tidak ada yang tertulis nama Natalia Magdalena Sitanggang maupun Ro'ida Lumbanraja.Jadi bisa dimengerti bila kemudian calon mertua Natalia, Nyonya Norma, yang kebetulan tinggal di Jakarta, sempat lega karena di manifes yang dibacanya di Bandara Cengkareng, nama calon mantu dan calon besannya tidak tercantum. Tapi tangisnya pecah begitu diberitahu keluarganya di Medan bahwa Natalia dan Ro'ida ada di pesawat naas itu.Sesaat sebelum terbang pada 5 September, Natalia sempat menerima telepon dari staf Departemen Ilmu Ekonomi FEUI bernama M. Hafiizh. Staf itu ingin memastikan bahwa gadis 23 tahun itu segera ke Jakarta, karena pada 6 September, Natalia harus menandatangani perjanjian ikatan dinas dengan FEUI untuk mengabdikan ilmunya di FEUI sepulang dari S2 di Perancis.Dari pembicaraan di handphone tersebut, Natalia sempat mengeluhkan banyaknya 'mafia'. Staf FEUI itu maklum bahwa yang dimaksud 'mafia; oleh asisten dosen yang harusnya ke Perancis 8 September itu adalah calo-calo yang menguasai tiket-tiket penerbangan.Rupanya, Natalia, panggilan gadis itu, berhasil mendapatkan tiket lewat calo. Hal ini bisa diketahui dari tidak adanya nama kekasih Jeffrey itu di manifes. Tante Natalia, Risma, yang dikontak detikcom pada Rabu (7/9/2005) juga membenarkan Natalia mendapat tiket Mandala lewat jasa calo.Lalu dengan menggunakan nama siapa Natalia terbang? Rupanya, gadis berkacamata itu menggunakan tiket atas nama Erick Novriandi, sedangkan ibunya atas nama Murtono. Dalam manifes Mandala Air, nama Erick dan Murtono tertulis dengan jelas.Sebenarnya, tak hanya Natalia dan ibunya yang terbang dengan menggunakan nama lain. Seorang korban tewas, yaitu Adnan Djaya, di manifes tertulis sebagai Agus Syahputra. (nrl/)


Berita Terkait