Mahasiswa Desak SBY Copot Menteri Ekonomi di Istana Wapres

Mahasiswa Desak SBY Copot Menteri Ekonomi di Istana Wapres

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2005 11:12 WIB
Jakarta - Tuntutan reshuffle kabinet terus bergulir. Tidak hanya dari kalangan politikus dan ekonom saja, mahasiswa pun tidak mau ketinggalan. Mereka mendesak Presiden SBY mencopot menteri-menteri ekonominya dan Dirut Pertamina Widya Purnama.Desakan sekitar 25 mahasiswa itu disampaikan dalam demo yang digelar di depan Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (7/9/2005). Aksi dimulai sejak pukul 10.00 WIB, dan hingga pukul 10.55 WIB masih berlangsung.Para mahasiswa ini tergabung dalam Front Aksi Himpunan Mahasiswa Islam (FAHMI) BEM FH Universitas Islam Djakarta dan Forum Solidaritas Pemuda Jakarta.Mereka menuntut SBY segera memecat menteri-menteri ekonominya, antara lain Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menkeu Jusuf Anwar, Menteri Perdagangan Mari Pangestu dan Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati. Keempatnya dinilai bertanggung jawab atas anjloknya nilai tukar rupiah. Selain itu mereka juga menuntut dicopotnya Dirut Pertamina Widya Purnama, karena dianggap bertanggung jawab atas langkanya BBM di Indonesia.Dalam aksinya mereka membawa poster berwarna putih yang bertuliskan 'JK harus pecat Ical, Sri Mulyani, Jusuf Anwar, Mari Pangestu sekarang juga', 'Mari Pangestu menteri perdagangan aset negara', Widya Purnama penanggung jawab langkanya BBM', dan Reshuffle tim ekonomi secepatnya atau SBY-JK mundur'.Salah satu koordinator aksi dari FAHMI, Heru Susanto, menyatakan, demo sengaja dilakukan di depan kantor Wapres karena ternyata orang-orang di belakang JK ini terindikasi dengan turunnya mata uang rupiah. Dia mengaku tidak berniat melakukan demo di kantor presiden. Aksi mereka dijaga ketat 30 personel Polri dari Polres Jakarta Pusat. Akibat aksi ini, arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan menjadi tersendat-sendat. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini