SBY Beri Pengarahan TNI Terkait Penyerahan Senjata GAM
Rabu, 07 Sep 2005 10:37 WIB
Jakarta -
Penyerahan senjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM) rupanya menjadi perhatian serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden mendatangi Mabes TNI dan memberikan pengarahan langsung kepada petinggi TNI terkait penyerahan senjata yang akan dimulai 15 September 2005 itu. Presiden SBY tiba di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, pukul 09.00 WIB, Rabu (7/9/2005). Presiden disertai Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo AS dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Sudi Silalahi.Hadir dalam acara itu Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, seluruh kepala staf masing-masing angkatan, Pangdam dan Kasum. Perwira tinggi (Pati) masing-masing angkatan juga mengikuti pengarahan itu. Dari Angkatan Darat (AD) sebanyak 34 Pati, Angkatan Laut (AL) 31 Pati, dan Angkatan Udara (AU) 15 Pati. Kepala Dinas Penerangan Umum TNI, Kolonel Ahmad Yani Basuki menolak menjelaskan materi pengarahan yang akan diberikan SBY. Namun sumber di Mabes TNI menyebut pengarahan itu mengenai MoU RI-GAM. "Ini karena 15 September ada penyerahan senjata," kata sumber di Mabes TNI yang enggan disebut namanya. Tindakan SBY memberikan pengarahan langsung di Mabes TNI itu pertama kali terjadi dalam sejarah Presiden RI. Biasanya Presiden sebelumnya memberikan pengarahan lewat Panglima atau Kepala Staf yang dipanggil ke istana. "Baru kali ini Presiden datang langsung ke Mabes TNI untuk memberikan pengarahan," kata sumber itu.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































