DPRD NAD Keluhkan Pernyataan Gus Dur Soal MoU RI-GAM

DPRD NAD Keluhkan Pernyataan Gus Dur Soal MoU RI-GAM

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2005 00:22 WIB
Jakarta - Pernyataan kritis yang sering dilontarkan Gus Dur terhadap Mou RI-GAM mendapat protes. DPRD NAD mengeluhkan ucapan-ucapan Gus Dur yang dinilai bisa mengganggu upaya perdamaian di Aceh."Kita harapkan para elit di Jakarta jangan menimbulkan ucapan yang bisa memperkeruh suasana, seperti yang baru-baru ini disampaikan Gus Dur," kata Ketua DPRD NAD Sayed Fuad Zakaria, usai pertemuan tak terjadwal dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (6/9/2005).Selain Gus Dur, DPRD NAD juga meminta elit politik lainnya yang tidak mendukung MoU agar tutup mulut. "Karena tanggapan mereka di beberapa media akhir-akhir ini justru dapat mengganggu upaya perdamaian di Aceh," tudingnya.Namun Sayed menolak merinci siapa saja para elit politik yang ia maksud. Menurutnya, ucapan-ucapan yang provokatif tersebut telah menimbulkan dampak negatif di sejumlah daerah di Aceh."Hal ini bisa menyebabkan proses perdamaian dengan GAM akan gagal, sama seperti perjanjian Koha dan Jeda Kemanusiaan beberapa tahun lalu," keluhnya, sembari mengatakan sikap DPRD NAD ini juga disampaikan dalam pertemuan dengan Kalla.Golkar Aceh Siap Rangkul Eks GAMSayed yang juga Ketua DPD Golkar NAD menyatakan, Partai Golkar siap mengakomodasi sejumlah mantan anggota GAM untuk ikut serta dalam Pilkada di Aceh, April 2006 mendatang. Golkar rencananya akan mengadakan rapim calon peserta Pilkada sebelum bulan puasa.Namun, hingga saat ini Golkar NAD belum melakukan pembicaraan apapun dengan pihak GAM terkait Pilkada. "Saya sudah berkomunikasi dengan mereka. Tapi hanya membicarakan implementasi MoU pasca penandatanganan," tukasnya. (fab/)


Berita Terkait