Selain Anggota DPR, Para Staf Ahli Juga Dituding Jadi Calo

Selain Anggota DPR, Para Staf Ahli Juga Dituding Jadi Calo

- detikNews
Selasa, 06 Sep 2005 20:54 WIB
Jakarta - Perbedaan antara menyalurkan aspirasi dan menjadi calo di DPR sangat lah tipis. Wakil Ketua Komisi I DPR Effendi Choirie mengakui budaya buruk percaloan memang ada di tengah-tengah para anggota dewan."Banyak juga staf ahli anggota DPR yang tindakannya mengarah pada praktek pencaloan itu," kata anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) tersebut kepada wartawan, di Gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/9/2005).Menurut Gus Choi, panggilan akrab Effendi, jika ada anggota DPR dari daerah pemilihan tertentu tapi memperjuangakan daerah pemilihan lain, maka harus dicurigai dan dilacak."Ini ada apa. Ketika dia memperjuangkan daerah yang bukan dari asal daerah pemilihannya, jangan-jangan dia memperoleh komisi. Ini yang disebut calo," tudingnya.Aly Yahya Bantah Ada PercaloanSementara itu, anggota Panitia Anggaran DPR Aly Yahya yang ditemui terpisah, membantah adanya praktik percaloan di DPR, terhadap mata anggaran dalam program pascabencana. Aly yang namanya tercantum dalam dokumen dugaan percaloan, menuding ada kelompok tertentu yang menyebarkan isu tersebut."Beredarnya dokumen percaloan, hanya merupakan permainan politik kelompok tertentu karena merasa tergangu kepentingannya," tuding Aly, tanpa menyebutkan secara rinci siapa kelompok yang dimaksud.Meski demikian, Aly menduga kelompok tersebut bukan berasal dari dalam anggota dewan. "Saya pikir bukan dari sini (DPR). Ada yang lempar batu sembunyi tangan dan ujung-ujungnya membuat kredibilitas DPR hancur," ujarnya.Aly yang namanya tercantum sebagai koordinator yang membidangi beberapa daerah dengan inisal AY, menyatakan siap untuk menjelaskan tuduhan itu kepada Badan Kehormatan (BK) DPR. Politisi Golkar itu menegaskan, semua pengajuan anggaran pascabencana dilakukan pemerintah, sedangkan DPR hanya membahas bersama Depkeu."Tidak mungkin saya menjadi calo proyek pascabencana untuk Propinsi Banten. Karena saya yang ikut memperjuangkan terbentuknya Propinsi Banten, agar masyarakat segera memperoleh kemajuan pembangunan," kilahnya. (fab/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini