Polri Janji Tak Berat Sebelah Tangani Konflik Agama
Selasa, 06 Sep 2005 17:33 WIB
Jakarta -
Polri berjanji tidak akan memihak kelompok tertentu dalam menyelesaikan konflik antaragama. Namun semua pihak diminta mengerti posisi Polri yang dilematis."Banyak yang menganggap polisi berpihak kepada satu kelompok. Padahal tidak seperti itu. Kita pasti menindak semua pihak yang salah," ungkap Kapolri Jenderal Pol Sutanto dalam silaturahmi dengan pimpinan ormas agama di Kantor DPP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Selasa (6/9/2005).Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai agama, antara lain KH Kholil Ridwan, Pendeta Nathan yang mewakili umat Protestan, tokoh pemuda Katolik Niko, Oka yang mewakili umat Budha, wakil umat Konghucu, LSM Bisma, LSM ICRP, MMI, dan beberapa ormas lainnya.Meski percaya dengan janji Polri, Pendeta Nathan masih mengkhawatirkan adanya pihak ketiga yang hendak merusak kerukunan umat beragama di Indonesia. "Ketika gereja saya di Ciledug didatangi 50-60 orang, tersebar kabar lewat SMS bahwa gereja saya dikepung dan akan diserang," katanya.Padahal kejadian yang sebenarnya, kedatangan massa tidak dengan kekerasan. Bahkan mereka menunggu sampai ibadah selesai untuk menyatakan keinginannya agar tidak melakukan ibadah di tempat itu, karena dinilai tidak memiliki izin.Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia Husein Umar dalam forum itu menegaskan, perlunya komitmen bersama agar kerukunan umat beragama terlaksana di Indonesia dengan jalan saling menghormati kebebasan beragama di Indonesia.Menanggapi hal itu, Sutanto menegaskan, seharusnya tokoh-tokoh agamalah yang menyelesaikan masalah akhlak dan moral umatnya masing-masing. Jangan hanya mengandalkan aparat kepolisian. Dia juga meminta semua pihak waspada dengan pihak ketiga yang tidak ingin kerukunan umat beragama terjalin di Indonesia. Sutanto juga berjanji bila ada aparat yang bertindak berat sebelah ia akan secepatnya mengambil tindakan. "Laporkan ke saya kalau ada kejadian itu," tegasnya.Sedangkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menyatakan, diperlukan ketahanan umat dari pihak yang ingin mengadu domba. "Kita wajib membangun kerukunan yang sejati. Berawal dari dialog ini mudah-mudahan ada jalan ke luar agar tidak ada lagi konflik antarumat beragama," katanya.Dia juga mengimbau perlu diadakan dialog lebih lanjut karena di lapangan pada praktiknya banyak terjadi benturan pendapat antaragama di Indonesia.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































