Kerabat Tak Permasalahkan Pungutan Biaya Saat Ambil Jenazah Aa Jimmy

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 28 Des 2018 19:14 WIB
Bon pungutan pengambilan jenazah korban tsunami. (Istimewa)
Serang - Kerabat mendiang Aa Jimmy, korban tsunami Selat Sunda, tak mempermasalahkan saat dikenai biaya mengambil jenazah di RSUD dr Dradjat Prawiranegara (RSPD), Serang. Jika biaya dikembalikan, kerabat akan menyerahkan uang itu kepada korban tsunami.

"Bahwa itu adalah biaya yang seharusnya dibayarkan kita tidak keberatan karena prinsipnya jenazah bisa pulang dan dibawa ke keluarga," kata Sekjen Wali Care Andi Kristianto, yang mengurus jenazah keluarga Aa Jimmy di RSPD, Serang, Jumat (28/12/2018).

Kerabat atau keluarga, katanya, juga tidak menuntut pihak RSUD mengembalikan uang. Jika dikembalikan pihak RS, uang itu akan diberikan kepada warga yang membutuhkan di Pandeglang.



"Kalau misalnya dikembalikan uang kita terima, kita pakai untuk digunakan ke masyarakat yang jadi korban," paparnya.

Saat mengambil jenazah keluarga Aa Jimmy, kerabat dimintai biaya sekitar Rp 14,5 juta. Uang itu digunakan untuk pemulasaraan dan formalin serta satu peti mati.

"Total kalau nggak salah Rp 14,5 juta," ujarnya.

Sebelumnya, dugaan pungutan Rp 3,9 juta ke korban tsunami Selat Sunda terjadi di RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Serang. Polres Serang Kota sudah memeriksa 4 orang, di antaranya BD sebagai kepala forensik; FT dan AR, anggota forensik; dan BY sebagai sopir ambulans.

Kasus ini pun sudah dilimpahkan Polres Serang ke Polda Banten. Sejauh ini belum ada penetapan tersangka. (bri/rvk)