DetikNews
Jumat 28 Desember 2018, 18:12 WIB

Ada Sayur Lodeh di Pertemuan Jokowi-Ma'ruf, Timses: Tanda Kesederhanaan

Faiq Hidayat - detikNews
Ada Sayur Lodeh di Pertemuan Jokowi-Maruf, Timses: Tanda Kesederhanaan Jokowi dan Ma'ruf Amin (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto menyebut menu makanan pertemuan santai Jokowi dan KH Ma'ruf Amin bentuk tanda kesederhanaan. Keduanya kombinasi kepemimpinan nasionalis dan agamis yang saling mengisi.

Keduanya tumbuh dari kalangan masyarakat biasa, dan menjalani hidup seperti rakyat lainnya di Jawa Tengah dan Banten. Makanannya pun biasa saja seperti rakyat kebanyakan.

"Menu yang cukup bersahaja, seperti sayur lodeh, pecel, ditambah buah jeruk dan kelengkeng, tadi juga menggambarkan kesederhanaan dan keindonesiaan kedua pemimpin," kata Hasto kepada wartawan, Jumat (28/12/2018).


Hasto menilai Jokowi dan Kiai Ma'ruf selalu kompak dan terus berkomunikasi meskipun tidak selalu melalui pertemuan fisik atau yang dilihat publik. Apalagi setiap hari, sebagai presiden, Jokowi memiliki agenda yang sangat padat.

Hari ini capres Jokowi makan siang dengan pasangannya, cawapres Ma'ruf Amin, di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat. Keduanya membahas hasil survei elektabilitas hingga keluarga.

Menurut Hasto, pertemuan keduanya semakin memberi arah bagi tim kampanye untuk melangkah ke depan. Contohnya, dalam hal penyusunan strategi kampanye, memperkuat spirit kampanye yang penuh dengan etika dan sopan santun.

"Pak Jokowi tadi mengimbau kepada semua pihak, termasuk di medsos, supaya memproduksi meme yang kreatif dan lucu serta menghentikan yang bersifat negatif dan bikin orang marah," kata Hasto.


Hasto mengaku merasa heran terhadap adanya pihak yang memfitnah Jokowi-KH Ma'ruf hanya karena ambisi politik semata. Padahal, sebut Hasto, keduanya tokoh pemimpin bangsa itu mencerminkan kebersahajaan.

"Pak Jokowi adalah sosok yang sangat sederhana dan penuh karisma. Kiai Ma'ruf Amin menunjukkan keulamaan yang penuh kebijaksanaan. Tak ada sama sekali pertontonan kekuasaan dan tumpukan kekayaan. La kok masih ada yang tega memfitnah dan melempar hoax tentang keduanya," tandas Hasto.
(fai/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed