Ketaatan Perusahaan soal Pengelolaan Lingkungan Hidup Capai 87%

Tia Reisha - detikNews
Jumat, 28 Des 2018 14:44 WIB
Foto: dok. KLHK
Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya telah memberikan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Tahun 2018 kepada 20 perusahaan peringkat Proper emas dan 155 perusahaan Proper hijau. Dari penghargaan ini, Siti mengatakan ketaatan perusahaan pengelolaan lingkungan hidup mencapai 87%.

"Hasil penilaian Proper tahun 2018 menunjukkan tingkat ketaatan 87% dan upaya hemat energi sebesar 273,61 juta Giga Joule, upaya awet air 306,94 juta m3, tahan emisi konvensional dengan total penurunan emisi sebesar 18,7 juta ton, tahan emisi GRK sebesar 306,94 juta ton CO2e, reduksi dan pemanfaatan limbah B3 dan limbah padat non B3 sebesar 16,34 juta ton dan 6,83 juta ton, serta penurunan beban pencemaran air limbah yang mencapai 31,72 juta ton," kata Siti dalam keterangan tertulis, Jumat (28/12/2018).

Acara penghargaan digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/12) malam dan diikuti sebanyak 1.906 perusahaan. Berdasarkan evaluasi Tim Teknis dan pertimbangan Dewan Pertimbangan Proper, selain peringkat emas dan hijau, ditetapkan juga peraih peringkat biru 1.454 perusahaan, merah 241 perusahaan, dan hitam 2 perusahaan. Ada pula 16 perusahaan yang dikenakan penegakan hukum dan 18 perusahaan tidak beroperasi. Total 1.906 perusahaan tersebut terdiri dari 905 agroindustri, 560 manufaktur prasarana jasa, dan 441 pertambangan energi migas.


Siti mengatakan, melalui Proper perusahaan terus melakukan inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Inovasi yang pada 2015 hanya tercatat 151, meningkat menjadi 542 pada tahun 2018. Ada juga penghematan biaya yang berhasil dilakukan oleh perusahaan mencapai Rp 925,241 triliun. Jumlah tersebut meningkat 16 kali lipat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 53,076 triliun.

"Selain itu, Proper juga berhasil mendorong upaya pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan dengan dana bergulir mencapai Rp 1,53 triliun," ucap Siti.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK M.R. Karliansyah menjelaskan bahwa terdapat hal baru dalam pelaksanaan Proper tahun ini, yaitu dimasukkannya 9 pelabuhan besar di Indonesia sebagai obyek penilaian Proper.

"Kita mengetahui bahwa kegiatan pelabuhan merupakan salah satu bentuk kegiatan yang berpotensi mencemari dan merusak lingkungan," tuturnya.

Di samping itu, mulai tahun 2018, kontribusi dunia usaha melalui upaya perbaikan lingkungan dan tanggung jawab sosial terhadap pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs telah dihitung melalui Proper.

Dalam catatan Proper tahun ini, lebih dari 400 perusahaan kandidat hijau telah berkontribusi terhadap 17 tujuan pembangunan berkelanjutan. Kontribusi dunia usaha terhadap pencapaian 17 target SDGs tersebut dilaksanakan melalui 8.474 kegiatan dengan total anggaran Rp 38,68 triliun.


Ia melanjutkan, Proper menunjukkan bahwa dunia usaha merupakan pihak yang strategis untuk mendukung pencapaian SDGs. Kebijakan dan program perusahaan dipetakan dalam berbagai sektor seperti sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, pengolahan limbah, keanekaragaman hayati, pengembangan masyarakat dan lainnya yang berkaitan dengan SDGs.

Selain itu program-program pengembangan masyarakat (community development) sebagai perwujudan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility) juga berkontribusi tidak hanya dalam pembangunan sosial, tapi juga terhadap pelestarian lingkungan.

Dalam penyerahan anugerah tersebut, Siti didampingi oleh Ketua Komisi IV DPR RI Edhi Prabowo, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, Ketua Dewan Pertambangan Proper Sudharto, dan perwakilan kementerian /lembaga.

Untuk diketahui, Proper merupakan program penilaian dari pemerintah kepada perusahaan tentang kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2014 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER-LH). (prf/ega)