Direktur: Tragedi Mandala Dijadikan Pelajaran

Direktur: Tragedi Mandala Dijadikan Pelajaran

- detikNews
Selasa, 06 Sep 2005 16:25 WIB
Jakarta - Jatuhnya pesawat RI-091 seri Boeing 737-200 Adv milik Mandala Airlines yang menewaskan 150 orang benar-benar dijadikan pelajaran oleh manajemen. Bercermin dari kejadian itu, Mandala bertekad memberikan pelayanan yang terbaik di masa depan."Ke depan, setelah kejadian ini, kami akan berusaha lebih bagus agar tidak terjadi peristiwa seperti ini lagi," kata Direktur Umum Mandala Airlines Pudjo Tarsipin usai serah terima jenazah korban tragedi Mandala di Hanggar Terminal II, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (6/9/2005).Pudjo sekali lagi menepis munculnya anggapan pesawat tersebut sebetulnya sudah tidak layak terbang lagi."Layak terbang kok, soalnya pesawat ini sebelumnya pukul 07.00 WIB (Senin 5 Agustus) sudah terbang dari Jakarta. Tapi bagaimana jelasnya, tunggu saja nanti penjelasan pejabat yang berwenang," ujar dia.Pascatragedi, tutur dia, saat ini Mandala memiliki 14 unit pesawat tipe Boeing. Sebagian besar pesawat itu dibuat pada tahun 1980-1981. Berkaitan dengan kompensasi yang akan diberikan untuk korban tragedi Mandala, Pudjo mengaku belum tahu. Sebab saat ini masalah itu tengah dibicarakan antara pihak asuransi dan Mandala Airlines di Medan."Sedangkan kita yang di Jakarta fokus memberikan pertolongan kepada korban terlebih dahulu. Tapi pihak kami tetap mengadakan penyelidikan yang bekerja sama dengan pihak kepolisian," katanya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads