Tim Jokowi: Memang Partai Pendukung Prabowo-Sandi Bersih dari Korupsi?

Tim Jokowi: Memang Partai Pendukung Prabowo-Sandi Bersih dari Korupsi?

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 28 Des 2018 13:48 WIB
Tim Jokowi: Memang Partai Pendukung Prabowo-Sandi Bersih dari Korupsi?
Ace Hasan Syadzily (Foto: dok. Facebook)
Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman memprediksi kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin gelagapan dalam isu korupsi dalam debat capres yang pertama nanti. Tim Jokowi menepis Habiburokhman.

"Soal debat terkait dengan pemberantasan korupsi, kubu Prabowo-Sandi jangan memercik air di dulang, terciprat muka sendiri. Memangnya partai pendukung Prabowo-Sandi bersih dari rekam jejak korupsi?" kata juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, dalam keterangannya, Jumat (28/12/2018).


Habiburokhman sebelumnya memprediksi kubu Jokowi bakal gelagapan saat membahas isu korupsi lantaran banyak kader dari partai pendukung Jokowi yang terjerat korupsi. Habiburokhman memberi contoh eks Menteri Sosial Idrus Marham yang juga politikus Partai Golkar, yang terjerat kasus korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Justru, kata Ace, fakta tersebut menandakan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres Jusuf Kalla saat ini tak pandang bulu dalam memberantas korupsi. Jokowi, kata Ace, tegas dalam hal pemberantasan korupsi.

"Justru dengan tertangkapnya banyak pihak yang tersandung korupsi, kami tidak akan melindungi siapa pun pihak yang melakukan tindakan korupsi itu, termasuk pembantu presiden sekalipun. Itu tandanya pemberantasan korupsi tidak tumpul ke atas. Semua diperlakukan sama di depan hukum," tegas Ace.


Ketua DPP Partai Golkar tersebut menegaskan Jokowi-Ma'ruf Amin sangat siap menghadapi debat capres-cawapres pertama, termasuk isu korupsi. Jokowi-Ma'ruf, sebut Ace, punya konsep yang jelas soal pencegahan korupsi, antara lain melakukan penataan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi dengan menerapkan e-planning, e-budgeting, e-catalog, dan lain-lain. Ace menegaskan Jokowi juga terus melakukan reformasi birokrasi dan mengintensifkan APIP (Aparatur Pengawas Internal Pemerintahan).

"Kami jelas mendorong penguatan peran KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Presiden Jokowi bahkan mengeluarkan perpres khusus bagi pelapor yang melakukan tindakan korupsi. Secara konseptual, kami memiliki kesiapan dalam debat soal pemberantasan korupsi. Selain itu, kami juga telah membentuk satgas khusus siber pungli untuk mencegah adanya pungutan liar," ucap Ace.

Ace balik mempertanyakan program dan kebijakan yang akan ditawarkan Prabowo-Sandiaga dalam konteks pemberantasan korupsi. "Justru kami tidak melihat dari apa yang ditawarkan dari visi, misi, dan program Prabowo-Sandi itu tawaran program yang konkret untuk pemberantasan korupsi. Mereka hanya menawarkan program smart government tapi tidak jelas program konkretnya seperti apa," sebut anggota DPR itu.


Simak Juga 'Prabowo-Sandi Siap Jawab Tuduhan soal HAM di Debat Pilpres':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads