Menteri Lingkungan Hidup Kaji Geothermal di Bali
Selasa, 06 Sep 2005 15:57 WIB
Denpasar - Pro-kontra pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau Geothermal di kawasan wisata Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali, terus memanas. Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Wietolar berjanji akan mengkaji secara serius proyek tersebut."Saya melihat ada kontroversi. Tolong kumpulkan semua bahan dan saya akan bicara dengan menteri-menteri. Karena ada kontroversi justru saya akan membahas secara serius," kata Witoelar kepada wartawan usai sosialisasi calon kepala daerah peduli lingkungandi Kantor Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah, Jalan Ir Juanda, Denpasar, Selasa (6/9/2005).Proyek Geothermal tersebut akan dikaji bersama beberapa menteri, di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Dalam Negeri, dan jajaran menteri ekonomi. Dalam waktu dua bulan, pihaknya akan mengeluarkan hasil kajian yang akan direkomendasikan kepada pemerintah selaku investor."Kita punya tugas untuk menilai apakah ini merusak lingkungan atau tidak sebab untuk pembangunan berkelanjutan harus memperhatikan lingkungan hidup. Nanti akan diberitahukan kepada investor atau pemerintah. Merekalah yang memutuskan apakah layak atau tidak," tegasnya.Witoelar berjanji akan menampung semua aspirasi terkait proyek tersebut, baik dari pihak yang setuju atau pun yang menolak. Termasuk kekhawatiran hilang dan ternodanya kesakralan dan kesucian kawasan Bedugul karena di sekitar Geothermal terdapat beberapa pura."Yang kontra juga akan diajak bicara. Kalau mereka melawan ya dibujuk supaya menerima. Kalau tetap protes kita ukur sejauh mana sikap protesnya itu. Kalau ada masyarakat yang tersinggung, apa betul mereka tersinggung, apakah tidak bisa diajak bicara untuk mencari solusi terbaik," demikian Witeolar.
(nrl/)











































