Suciwati: Polly Orang Aneh, Sok Kenal, & Sok Akrab
Selasa, 06 Sep 2005 14:58 WIB
Jakarta - Terdakwa pembunuhan Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto, pernah menelepon Munir sebelum aktivis HAM itu terbang ke Belanda dan meninggal di pesawat. Menurut istri almarhum Munir, Suciwati, suaminya menganggap Polly sebagai orang yang aneh, sok kenal, dan sok akrab.Menurut Suciwati, saat dimintai keterangan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl. Gajah Mada, Jakarta, Selasa (6/9/2005), saat itu Polly menelepon untuk menanyakan kepastian keberangkatan suaminya ke Belanda. Namun, karena telepon genggam Munir ketinggalan di rumah, Suci yang mengangkatnya. "Sesampainya suami saya di rumah, suami saya berujar Polly Garuda adalah orang aneh, sok kenal, sok akrab," kata Suciwati menirukan ucapan almarhum Munir.Pendapat Munir ini, menurut Suci, didasarkan pada pengalaman suaminya sekitar Januari 2004. Saat itu hendak ke Swiss untuk memenuhi undangan PBB, Munir dititipi surat oleh Polly. "Kan banyak teman-teman di PBB, dia kan seorang pilot. Tapi kenapa dia menyuruh suami saya," katanya.Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Cicut Sutiarso ini, Suciwati juga menuturkan bahwa ia dan suaminya sering diteror. Teror berupa ancaman bom itu ditujukan ke rumah dan kantor Munir."Saya tidak tahu siapa yang meneror. Namun salah satunya ada yang menelepon suami saya tidak boleh mengkritisi UU tentang Intelijen dan Aceh," ujar Suci.Minum Coklat di BandaraSuci, menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum Domu P Sihite, juga menerangkan sekitar setengah jam sebelum penerbangan, Munir sempat minum coklat di sebuah gerai Dunkin Donuts di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. "Kondisinya setelah minum minuman itu sama dengan kondisi setelah melakukan medical check up (dalam keadaan sehat, b>red)," ujar Suci.Selain Suci, rencananya juga akan didengarkan kesaksian mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Indra Setiawan, Vice President Corporate Security PT Garuda Indonesia Ramelgia Anwar, pilot Garuda Karmal Fauza Sembiring, dan Secretary Chief Pilot Rohainil Aini.
(gtp/)











































