DetikNews
Kamis 27 Desember 2018, 11:47 WIB

Kaleidoskop 2018: Kejamnya Mafia Narkoba Ala Meksiko dari Makassar

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kaleidoskop 2018: Kejamnya Mafia Narkoba Ala Meksiko dari Makassar Foto: Daeng Ampuh (topik/detikcom)
Makassar - Nama Daeng Ampu, warga Kota Makassar, mendadak terkenal. Dia adalah bos narkoba yang memerintahkan untuk membakar 1 keluarga di Jalan Tinumbu, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Agustus lalu. Aksinya kejamnya ini mirip dengan pembunuhan para mafia narkoba yang ada di Meksiko.

Berdasarkan rangkuman detikcom, Kamis (27/12/2018), proses eksekusi 1 keluarga ini pun dikomandoi oleh seseorang bernama Daeng Ampuh dari dalam sel tahanannya di Lapas Klas 1 Makassar. Kaki tangannya, Ilo dan Ramma bertugas sebagai eksekutor lapangan saat itu.

Awal tragedi ini bermula ketika salah satu korban bernama Fahri tersangkut utang piutang narkoba dengan Daeng Ampuh dengan nilai hingga puluhan juta rupiah.

Ada dua tim yang dikerahkan oleh Daeng Ampuh untuk mencari Fahri. Kelompok pertama bertugas menagih utang. kelompok pertama ini sempat melakukan penganiayaan kepada Fahri di sebuah jalan di Makassar. Dari sana, Fahri pun sempat berjanji akan segera membayar utangnya itu.

Sayangnya, Fahri hanya memberikan janji manis dan kemudian kabur ke rumah kakeknya, Haji Sanusi di Jalan Tinumbu. Daeng Ampuh yang mendengar kejadian kaburnya Farid langsung naik pitam. Dia lalu mengontak kelompok kedua untuk menghabisi Fahri. Apalagi, Daeng Ampuh mendapatkan kabar Fahri akan segera kabur menuju ke luar kota.

Pada sekitar tengah malam, berangkatlah Ilo dan Ramma membeli bahan bakar jenis Pertalite. Keduanya dengan berboncengan motor melaju ke Jalan Tinumbu di rumah Haji Sanusi. Jam menunjukkan sekitar pukul 03.00 WITA, keduanya segera menyiramkan bahan bakar itu ke rumah dan mengambil sebuah korek untuk memantik api untuk membakar rumah berlantai dua itu.

"Sudah selesai," kata Ilo kepada Daeng Ampuh lewat sambungan telepon usai membakar rumah korban. Keduanya pun langsung kabur menuju Jalan veteran Selatan dengan menggunakan sepeda motor bernopol DP 3491 AU.

Yang keduanya tidak ketahui, di dalam rumah itu bukan hanya ada Fahri tetapi ada juga Haji Sanusi, Haji Bondeng, Hj Musdalifa, Hijas, Mira. Total 6 orang tewas terbakar dalam peristiwa ini.

Lalu siapa sebenarnya Daeng Ampuh ini?

Berdasarkan catatan kepolisian, Daeng Ampuh diketahui sering keluar-masuk jeruji besi dengan berbagai kasus. Sekeluar dari penjara terkait kasus pencurian, Daeng Ampuh masuk penjara lagi. Kali ini ia terlibat kasus kekerasan dengan pidana 16 bulan penjara.

Belum lagi kasus pembunuhan ini selesai dijalani Daeng Ampuh, ia kedapatan menyelundupkan narkoba ke dalam lapas pada Januari 2018. Proses hukum kasus terakhir itu masih berjalan di Polsek Rappocini, Makassar.

Awalnya, masyarakat mengira kebakaran rumah Haji Sanusi bersama 3 rumah lainnya disebabkan oleh korsleting listrik. Lalu, polisi kemudian melakukan olah TKP dan menemukan beberapa kecurigaan seperti didapatinya bekas botol air mineral yang berisi bahan bakar di dekat rumah korban.

Dari kecurigaan itu, polisi lalu mengembangkan kasus ini dan meminta keterangan dari keluarga korban. Dari sanalah, titik terang kasus ini mulai terlihat dan mengantarkan para penyidik ke satu nama yaitu Daeng Ampuh. Polisi juga bergerak mengejar Ilo dan Ramma. Ramma sempat dihadiahi timah panas saat mencoba kabur keluar kota.

Daeng Ampun pun terancam hukuman seumur hidup atas tindakannya ini. Dia lalu ditempatkan sel isolasi oleh untuk menghindarkan pengaruh Daeng Ampuh dari dalam lapas.

Hingga pada pada bulan Oktober, publik dikejutkan dengan kematian Daeng Ampuh di dalam selnya. Daeng Ampuh memilih mengakhiri hidupnya di dalam penjara dengan menggunakan rantai borgol. Daeng Ampuh ditemukan tewas di kamar sel isolasi di LP Makassar, Senin (22/10/l) pagi. Ruang Isolasi Daeng Ampuh berada di Blok 1I Lapas Makassar.

Daeng Ampuh memang sengaja ditempatkan di ruang isolasi karena telah melanggar peraturan Lapas Makassar. Salah satunya melawan petugas lapas. Penyebab kematian Daeng Ampuh sempat menjadi tanda tanya, sebelum akhirnya pihak kepolisian berkesimpulan bahwa dia diduga mengakhiri hidupnya karena beban psikis.

"Korban diduga mengalami beban psikis permasalahan keluarga atau masalah lainnya yang dialami korban," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono beberapa waktu lalu

Sebelum meninggal, Daeng Ampuh sempat curhat kepada teman satu selnya, Iwan soal masalah yang dihadapinya.

"Ada beban psikis curhat sama Iwan, termasuk kasus yang menimpa dia. Jadi masalah psikis soal keluarga dan soal kasus (hukum)," ungkapnya.


Saksikan juga video 'Penangkapan Petinggi Kartel Narkotik Meksiko':

[Gambas:Video 20detik]


(fiq/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed