DetikNews
Kamis 27 Desember 2018, 10:25 WIB

Kaleidoskop 2018: Geger Wanita di Balik OTT Gubernur Tanah Rencong

Agus Setyadi - detikNews
Kaleidoskop 2018: Geger Wanita di Balik OTT Gubernur Tanah Rencong Steffy Burase (ari/detikcom)
Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditangkap KPK terkait kasus dugaan menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Penangkapan itu dilakukan dua hari jelang genap setahun menjabat. Dalam kasus ini, muncul nama seorang perempuan yang membuat heboh.

Irwandi ditangkap KPK saat berada di Pendopo Gubernur Aceh di Banda Aceh pada Rabu 3 Juli lalu malam. Penangkapannya berlangsung senyap. Orang dekatnya tidak ada yang tahu. Bahkan ketika diboyong petugas KPK, Irwandi mengaku kepada Satpam Pendopo keluar sebentar untuk ngopi bareng teman.

Sontak, beberapa jam berselang isu penangkapannya mulai merebak. Namun banyak pihak menyangsikan. Soalnya, beberapa jam sebelum dicokok KPK Irwandi baru saja pulang rapat soal Event Aceh Marathon yang digelar di Sabang. Dalam rapat tersebut, juga diikuti seorang perempuan, Fanny Steffy Burase.

Kepastikan penangkapan itu terbukti saat sejumlah wartawan melihat Irwandi tengah berada di sebuah ruangan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh. Dia terlihat duduk menghadap penyidik. Tapi tak lama berselang, tirai di ruangan tersebut ditutup.

Malam itu, KPK kemudian mengkonfirmasi Irwandi ditangkap dalam sebuah OTT yang digelar secara maraton di beberapa tempat. Ada 10 orang yang ditangkap. 3 orang di antaranya yaitu Bupati Bener Meriah Ahmadi, ajudan Irwandi bernama Hendri Yuzal dan seorang pengusaha T Syaiful.

Setelah semalam berada di Polda Aceh, Irwandi selanjutnya diboyong ke Jakarta. Dari Polda Aceh, Irwandi dibawa dengan menggunakan Barracuda menuju Bandara Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar. Selama di bandara, Irwandi dikawal beberapa petugas KPK dan rombongan tiba di Gedung KPK siang hari.

Usai 1X24 dicocok, KPK mengumumkan status Irwandi sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

"Diduga pemberian oleh Bupati Bener Meriah kepada Gubernur Aceh sebesar Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Pemberian uang itu disebut terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan insfratruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (Doka) tahun anggaran 2018. Menurut Basaria, Ahmadi berperan sebagai perantara.

KPK kemudian menyebut uang Rp 500 juta itu diduga dipakai untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut diduga untuk pembayaran medali dan pakaian event Aceh Marathon. Setelah dijadikan tersangka, Irwandi keluar dari gedung KPK dengan menggunakan rompi oranye.

Terkait kasus yang menjerat Irwandi, ada satu sosok perempuan yang juga bikin geger yaitu kemunculan Fenny Steffy Burase. Perempuan yang disebut-sebut sebagai istri sirinya itu menjabat sebagai tenaga ahli pada Event Aceh Marathon. Perempuan asal Manado ini juga beberapa kali mengikuti rapat bersama pejabat di Aceh ntuk membahas event perdana tersebut.

Waktu itu, wajah cantik Steffy menghiasi beberapa baliho promosi Aceh Marathon. Tiga hari berselang, KPK mencekal mantan model tersebut selama enam bulan. Artinya, Steffy dilarang bepergian ke luar negeri selama setengah tahun. Tak lama kemudian, dia menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi.

Kemunculan sosok Steffy bukan hanya geger diawal penangkapan. Dalam sidang praperadilan, KPK juga membeberkan hubungan Irwandi dengan Steffy. Lembaga anti rasuah tersebut menyebut Irwandi dan Steffy sudah menikah sejak 8 Desember 2017 disebuah apartemen di daerah Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Akad nikah tersebut disebut KPK dihadiri sekitar 20 orang. Proses akad nikah disaksikan dan dihadiri oleh kerabat dari kedua belah pihak. Irwandi didampingi T Saiful Bahri sedangkan dari pihak Steffy dihadiri oleh kedua orang tuanya. Selain itu, KPK juga menyebut Steffy pernah meminta restu pada istri pertama Irwandi yaitu Darwati A Gani.

Dalam persidangan tersebut, KPK juga mengungkap kaitan pernikahan Steffy dengan kasus Irwandi. Menurut KPK, setelah resmi menjadi pasangan suami-istri dan telah diketahui oleh pejabat Pemprov Aceh, Steffy mempunyai kesempatan untuk mengenal dan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang dekat dan mempunyai hubungan kerja dengan Irwandi. Bahkan Steffy disebut dengan leluasa meminta uang dari Saiful.

"Berdasarkan uraian sebagaimana tersebut di atas, menunjukkan kedekatan hubungan antara pemohon dengan Steffy Burase, keleluasaan Steffy Burase dalam meminta sejumlah uang kepada Syaiful Bahri dan adanya pesan dari pemohon mengenai proyek Dispora dengan pagu Rp 3,2 miliar," ungkap 'jawaban KPK'.

Isu pernikahan itu dibantah Irwandi dan Steffy. Keduanya mengaku gagal nikah pada Desember 2017 karena Irwandi tidak dapat membawa surat persetujuan istri pertama. Rencananya pernikahan bakal digelar pada Juli 2018. Namun rencana itu batal karena Irwandi keburu ditangkap KPK.

Pasca adanya OTT, event Aceh Marathon pun gagal digelar. Kasus Irwandi sendiri saat ini sudah memasuki masa persidangan. Irwandi sendiri terjerat tiga kasus yaitu:

1. Didakwa bersama Hendri dan Saiful menerima suap Rp 1,05 miliar dari Bupati Meriah Ahmadi.
2. Irwandi didakwa menerima gratifikasi Rp 8,72 miliar selama menjabat sebagai gubernur Aceh periode 2017-2022.
3. Irwandi didakwa bersama-sama Izil Azhar menerima gratifikasi Rp 32,45 miliar selama menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2007-2012.

Dalam kasus tersebut, Ahmadi sudah divonis dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Sedangkan Izil Azhar kini dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Fenny Steffy Burase sendiri masih dijadikan sebagai saksi.

Kasus Irwandi masih berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta.


Saksikan juga video 'Jalani Sidang Dakwaan, Irwandi Copot Alat Bantu Dengar':

[Gambas:Video 20detik]


(agse/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed